Nasabah Ragu Ekonomi Baik, Tabungan Naik Rp 60 Triliun dalam Sebulan

Martha Ruth Thertina
4 Agustus 2017, 13:16
Bank ATM
Arief Kamaludin|KATADATA

Bank Indonesia (BI) mencatat tabungan nasabah naik Rp 60,4 triliun sepanjang Juni 2017. Kenaikan tersebut diduga lantaran minat konsumen untuk berbelanja menurun. Penyebabnya, keyakinan konsumen terhadap kondisi perekonomian ke depan tak setinggi sebelumnya.

Ekonom dari Universitas Indonesia (UI) Lana Soelistyaningsing memperhitungkan, dari total kenaikan tabungan sebesar Rp 60,4 triliun, yang kemungkinan besar merupakan dana segar dari masyarakat (fresh money) adalah sebesar Rp 13 triliun. Sedangkan sisanya bisa jadi merupakan perpindahan dari giro dan deposito sebesar Rp 25,5 triliun, serta simpanan pemerintah yang tercatat naik Rp 21,9 triliun.

Kenaikan dana segar tersebut diakui Lana cukup besar. Kemungkinannya, kelebihan pendapatan dari tunjangan hari raya (THR) banyak yang ditabung masyarakat. “Pertanyaannya, kenapa nabung lebih? Berarti confident (kepercayaan) turun untuk berkonsumsi,” kata dia kepada Katadata, Kamis (3/8). (Baca juga: Penjualan Unilever dan Mayora Semester I Melemah, Indofood Stagnan)

Dugaan Lana, konsumen tidak terlalu yakin dengan kondisi ekonomi ke depan. Berdasarkan survei BI, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) terhadap kondisi ekonomi enam bulan mendatang memang melemah dibanding bulan sebelumnya. IEK Juni 2017 tercatat 131,0 atau turun 5,9 poin dari posisi Mei.

Melemahnya IEK didorong oleh penurunan pada seluruh indeks pembentuknya. Penurunan terbesar terjadi pada indeks ekspektasi ketersediaan lapangan kerja sebesar 8,2 poin menjadi 116,6, diikuti indeks ekspektasi pengahasilan yang turun 6,5 poin menjadi 141,7, dan indeks kegiatan usaha yang turun 3 poin menjadi 134,7. (Baca juga: BI: Masyarakat Kelas Menengah Pilih Menabung Ketimbang Belanja

Fenomena naiknya dana tabungan dinilai Lana juga bisa menjelaskan pertanyaan sejumlah pihak mengenai penyebab kinerja penjualan retail yang tak sesuai harapan. “Jadi daya beli bukan turun, tapi konsumsi yang turun, karena dia menabung lebih banyak,” ujarnya. (Baca juga: Ekonom dan Bankir: E-Commerce Bukan Penyebab Utama Retail Lemah)

Simpanan Perbankan

Mei 2017

Juni 2017*

Perubahan

Giro

Rp 1.131,4 triliun

Rp 1.116,8 triliun

-Rp 14,6 triliun

Tabungan

Rp 1.511,2 triliun

Rp 1.571,6 triliun

Rp 60,4 triliun

Simpanan Berjangka

Rp 2.233,6 triliun

Rp 2.222,7 triliun

-Rp 10,9 triliun

Total

Rp 4.876,1 triliun

Rp 4.911,1 triliun

Rp 35 triliun

*Data Sementara Bank Indonesia

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait