Pemerintah Bersiap Jual Obligasi Euro, Diramal Diserbu Investor

Pemerintah menargetkan penerbitan surat utang bruto sebesar Rp 686,5 triliun tahun ini. Namun, target tersebut bisa saja dinaikkan bila defisit anggaran membengkak. 
Desy Setyowati
23 Juni 2017, 19:28
Euro
Globalsearch.ca

Pemerintah berencana menerbitkan surat utang negara (SUN) global berdenominasi euro (Euro Bond) pada Juli mendatang. Rencananya, pemerintah bakal menaikkan target indikatif surat utang tersebut untuk mengantisipasi melebarnya defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017.

Analis Obligasi Mandiri Sekuritas Handy Yunianto menilai, penerbitan Euro Bond oleh pemerintah prospektif. Penyebabnya, kondisi likuiditas yang masih kondusif lantaran bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) melanjutkan kebijakan suku bunga rendah dan pemberian stimulus (Quantitative Easing/QE).

Di sisi lain, investor masih memandang positif SUN. “Menurut saya, posisi Indonesia juga positif di kacamata investor asing. Itu tercemin dari dana asing yang masuk ke pasar Surat Utang Negara,” ujar Handy kepada Katadata, Jumat (23/6). (Baca juga: Defisit Anggaran Bengkak Rp 40 Triliun, Pemerintah Tambah Utang)

Menurut dia, pandangan positif investor tersebut seiring dengan baiknya kondisi ekonomi dalam negeri. Pertumbuhan ekonomi tercatat meningkat dan inflasi tekendali. Cadangan devisa juga mencatatkan peningkatan. Sementara itu, defisit transaksi berjalan (current account defisit/CAD) dan risiko fiskal menurun.

Baiknya kondisi ekonomi domestik telah diakui oleh lembaga-lembaga pemeringkat internasional dengan memberikan peringkat layak investasi (investment grade) untuk utang luar negeri pemerintah. Belakangan, peringkat layak investasi diberikan Standard and Poor’s. (Baca juga: Efek Peringkat S&P, Pemerintah Hemat Biaya Utang Lebih Rp 1 Triliun)

Handy menambahkan, penerbitan Euro Bond juga seharusnya sudah lebih mudah lantaran pemerintah pernah menerbitkan Euro Bond sebelumnya. Alhasil, untuk penetapan harga bisa dengan memperhatikan transaksi di pasar sekundermya.

Adapun, dampak kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (Fed Fund Rate) terhadap imbal hasil (yield) surat utang dinilainya terkendali. “Malah imbal hasil (SUN) jangka panjang justru turun, karena investor tampaknya memperkirakan inflasi ke depan masih akan rendah. Jadi, kami perkirakan penerbitan Euro Bond berpotensi sukses tahun ini,” ujar dia.

Sebelumnya, pemerintah menargetkan penerbitan surat utang bruto sebesar Rp 686,5 triliun tahun ini. Namun, target tersebut bisa saja dinaikkan bila defisit anggaran membengkak. Tahun ini, defisit anggaran berpotensi membengkak sekitar Rp 36 triliun hingga Rp 40 triliun.

Pembengkakan defisit mengacu pada pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bahwa defisit anggaran kemungkinan mencapai 2,6 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) atau berkisar Rp 367 triliun hingga Rp 400 triliun tahun ini. Jumlah tersebut naik dari target awal yang sebesar 2,41 persen dari PDB atau sekitar Rp 300,2 triliun.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait