Bunga The Fed Naik, Investor Asing Jual Saham di Bursa Indonesia

Dalam sebulan, investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 775 miliar di pasar regular dan Rp 8,39 triliun di keseluruhan pasar.
Desy Setyowati
15 Juni 2017, 17:33
Pasar saham
Arief Kamaludin | Katadata

Investor asing membukukan penjualan bersih pada perdagangan di bursa saham pada Kamis (15/6) ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,29 persen ke level 5.776. Hal tersebut seiring adanya sentimen negatif pasca kenaikan bunga dana bank sentral Amerika Serikat.

Mengacu pada data RTI, investor asing membukukan penjualan bersih Rp 61,64 miliar di pasar reguler dan Rp 270,06 miliar di keseluruhan pasar. Jika dikalkulasi sepanjang sebulan belakangan, penjualan bersih mencapai Rp 775 miliar di pasar reguler dan Rp 8,39 triliun di keseluruhan pasar.

Kepala Riset Universal Broker Satrio Utomo mengatakan Kenaikan bunga dana bank sentral AS memang cenderung memunculkan sentimen negatif. Sebab, kenaikan bisa mendorong investor menarik dananya dari pasar keuangan negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Namun, sejauh ini, ia menilai kondisinya masih netral.

“IHSG tertekan sedikit, tapi masih di atas support,” kata dia kepada Katadata, Kamis (15/6). Bila dilihat sepanjang tahun, investor asing memang masih membukukan pembelian bersih sebesar Rp 26,08 triliun di pasar reguler dan Rp 19,38 triliun di keseluruhan pasar. (Baca juga: Indeks Utama Bursa Asia Melorot Pasca Kenaikan Bunga The Fed)

Meski begitu, ia mengatakan, investor tetap harus berhati-hati. Sebab, bursa Asia juga cenderung menurun. Indeks Hang Seng di Hong Kong misalnya, melorot 1,2 persen. Sementara itu, indeks Nikkei 225 di Jepang dan indeks CSI di Cina turun meski tak terlalu signifikan, masing-masing sebesar 0,26 persen dan 0,18 persen.

Sementara itu, indeks saham di negara-negara berkembang di Asia Pasifik tercatat masih positif. Hal tersebut tercermin dari MSCI AC Asia Pacific yang naik 0,63 persen. “Kami lihat hari ini regional Asia bergerak turun. Sepertinya sih investor sebaiknya lebih hati-hati,” kata Satrio.

Ke depan, menurut Satrio, selain sentimen negatif kenaikan bunga dana AS, ada beberapa hal lain yang bisa menahan laju IHSG yaitu libur panjang Hari Raya Idul Fitri. Ada kencenderungan investor menjual sahamnya untuk kebutuhan liburan. Selain itu, tidak adanya sentimen positif yang baru.

Ia memperkirakan, IHSG masih bisa bergerak pada kisaran level 5.860-5.675 sepanjang Ramadan hingga Idul Fitri. Menurut dia, level ini masih cukup positif sembari investor menunggu adanya sentimen baru atau arah kebijakan baik di domestik ataupun eksternal.

Sementara itu, Analis OSO Securities menyebut IHSG memang ada kecendrungan melemah pada perdagangan Kamis ini. Penyebabnya, potensi aksi ambil untung (profit taking) oleh investor. Alasannya, pada perdagangan hari sebelumnya, IHSG sudah menguat 1,5 persen ke level 5,792.

Video Pilihan

Artikel Terkait