Calon Komisioner OJK Dorong Bentuk Arsitektur Sistem Keuangan

“ASKI ini belum ada sebelumnya, padahal itu penting untuk menentukan arah (pengembangan) industri keuangan itu ke mana."
Miftah Ardhian
8 Juni 2017, 17:47
OJK
Agung Samosir | Katadata

Calon Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tirta Segara mendorong pembentukan lembaga untuk merancang Arsitektur Sistem Keuangan Indonesia (ASKI) alias cetak biru pengembangan industri keuangan domestik. Cetak biru tersebut dinilai penting supaya kebijakan-kebijakan di industri keuangan bisa selaras.

“ASKI ini belum ada sebelumnya, padahal itu penting untuk menentukan arah (pengembangan) industri keuangan itu ke mana," ujar Tirta saat uji kelayakan dan kepatutan calon komisioner OJK di depan Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Kamis (8/6).

(Baca juga: Anggota DPR Isyaratkan Wimboh Calon Kuat Ketua OJK)

Menurut Tirta, lembaga perancang ASKI tersebut akan menyingkronkan peran Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam melakukan pengawasan dan pengaturan terhadap lembaga keuangan, khususnya perbankan.

Ia memaparkan, lembaga terkait bakal berfokus pada empat hal. Pertama, menyelaraskan beberapa cetak biru yang ada, antara lain Arsitektur Perbankan Indonesia (API), Perbankan Syariah, Sistem Pembayaran Nasional, Pasar Modal, Dana Pensiun, dan sebagainya. (Baca juga: Ikut Seleksi Calon Bos OJK, Wimboh Janjikan Sanksi 'Shock Therapy').

Kedua, menjawab pertanyaan mengenai bagaimana struktur industri keuangan Indonesia dalam jangka panjang ke depan. Ketiga, membuat grand design aspek edukasi dan perlindungan konsumen secara terintegrasi dan sinergis.

Keempat, menyempurnakan regulasi sektor keuangan secara terpadu. Dengan adanya ASKI, Tirta yakin, industrinya dapat berjalan efektif, tidak tumpang tindih, dan tidak membuat bingung pelaku pasar, maupun konsumen. (Baca juga: Sigit Pramono Janji OJK Berhemat Agar Pungutan Industri Tak Naik)

Kepada Komisi Keuangan DPR, Tirta juga menyampaikan idenya tentang perbaikan program edukasi dan perlindungan konsumen di OJK. Hal itu disampaikan Tirta sebab ia mengikuti uji kelayakan dan kepatutan untuk posisi Anggota Komisioner OJK yang Membidangi Edukasi dan Perlindungan Konsumen.

Untuk jangka pendek, Tirta menilai perlunya mendorong agar call center OJK lebih populer dan mudah diingat masyarakat. "Lebih baik call center OJK itu berupa nomor bebas pulsa yang memiliki tiga digit. Misalnya, 655 yang kalau ditelepon ini menunjukkan huruf OJK," ujarnya.

Menurut dia, call center harus bisa menampung seluruh pertanyaan dan keluhan yang dimiliki oleh masyarakat pengguna jasa keuangan, termasuk aduan terkait beragam masalah di industri jasa keuangan, di antaranya soal investasi bodong.

Ia mengetahui selama ini telah ada satuan tugas (satgas) waspada investasi, tetapi nyatanya call center OJK saat ini tidak langsung bisa terhubung dengan satgas tersebut.

Video Pilihan

Artikel Terkait