Marak Serangan Siber, BI Kumpulkan Pakar Teknologi Informasi

“Agenda tidak spesifik membahas virus WannaCry,” kata Sumber Katadata.
Asep Wijaya
Oleh Asep Wijaya
16 Mei 2017, 17:48
Bank Indonesia
Arief Kamaludin | Katadata

Di tengah maraknya serangan siber, Bank Indonesia (BI) berencana mengumpulkan para pakar teknologi informasi (TI) pada Rabu (17/5) pekan ini. Berdasarkan informasi yang dihimpun Katadata, BI ingin menjaring masukan terkait sistem keamanan siber di sektor keuangan.

Serangan siber kembali jadi sorotan setidaknya sejak akhir April lalu. Pasalnya, sederet institusi besar menerima serangan tersebut. Situs resmi Telkomsel, Pengadilan Negeri Negara Bali, dan Tempo tercatat sempat mengalami perubahan tampilan (deface) akibat aksi peretasan.

Sistem Mandiri Online di Bank Mandiri juga sempat diduga mengalami aksi peretasan lantaran sejumlah nasabah melaporkan dananya tertransfer ke sejumlah rekening di bank berbeda. Belakangan, dunia juga dikagetkan oleh serangan siber ransomware WannaCry. Serangan tersebut membuat jaringan komputer di berbagai institusi di 150 negara lumpuh. (Baca juga: Microsoft Minta Pemerintah Waspadai Serangan Siber WannaCry)

Hingga kini, belum terang tujuan BI meminta masukan dari para pakar TI, terkait kebijakan baru atau bukan. Sumber Katadata yang mengetahui acara tersebut mengatakan, yang jelas, para pakar TI diundang untuk mengikuti Focus Group Discussion (FGD) yang digagas Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran (DKSP) BI.

Dalam undangan juga tidak ada penjelasan detail mengenai hal-hal yang bakal didiskusikan, termasuk kemungkinan membahas serangan siber teranyar ransomware WannaCry. “Agenda tidak spesifik membahas virus WannaCry,” kata dia kepada Katadata, pekan lalu. (Baca juga: Antisipasi Serangan Siber WannaCry, BI Aktifkan Anti Virus Terbaru)

Hingga berita ini diturunkan, Katadata belum memperoleh penjelasan resmi dari BI mengenai diskusi tersebut. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara berjanji akan mencarikan informasi mengenai acara tersebut, namun hingga berita ini diturunkan, belum juga ada informasi dari Tirta.

Meski begitu, Staf Deputi Gubernur BI Bidang Sistem Pembayaran membenarkan adanya diskusi tersebut. Hanya saja, diskusi diklaim bukan diselenggarakan oleh DKSP, melainkan oleh Departemen Kebijakan Makroprudensial (DKMP) BI. (Baca juga: Nasabah Korban Mandiri Online Ungkap Transfer Dana Misterius)

Serangan siber yang belakangan terjadi juga mendapat perhatian serius dari kepolisian. Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Polisi Fadil Imran menyatakan bakal menyelidiki kasus-kasus penyerangan siber yang terjadi. Meski begitu, ia mengingatkan agar semua pihak, termasuk korban peretasan untuk memaksimalkan sistem pengamanan jaringan internetnya. 

“Masing-masing instansi harus memaksimalkan konfigurasi security IT-nya dan jika sudah terjadi (tindak peretasan), kami akan lidik,” kata dia.

Video Pilihan

Artikel Terkait