Tangkal Pembobolan, CIMB Blokir Rekening Penadah Dana Mandiri Online

Nasabah Bank Mandiri sempat melaporkan dananya tertransfer ke sejumlah rekening di bank berbeda melalui layanan Mandiri Online. Akibatnya, saldo rekening berkurang hingga ratusan juta rupiah.
Desy Setyowati
Oleh Desy Setyowati
15 Mei 2017, 22:45
Mandiri Online
ANTARA FOTO/Reno Esnir
Seorang model menunjukkan tampilan layanan Mandiri Online pada layar ponsel pintar saat peluncuran layanan tersebut di Jakarta, Selasa (21/3/2017)

Bank CIMB Niaga menyatakan telah memblokir rekening yang diduga menadah dana nasabah Bank Mandiri. Sebelumnya, beberapa nasabah Bank Mandiri mengungkapkan dananya tertransfer melalui layanan Mandiri Online ke sejumlah rekening di berbagai bank, di antaranya CIMB Niaga, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Sumsel Babel.

"Sesuai permintaan dan koordinasi dengan bank terkait, kami telah melakukan pemblokiran atas rekening dimaksud," ujar Head of Marketing, Brand and Communications Bank CIMB Niaga Slamet Sudijono kepada Katadata, Senin (15/5). (Baca juga: Mandiri Online Normal, BI Minta Aliran Dana Raib Nasabah Diblokir)

Ke depan, ia menyatakan bahwa banknya berencana meningkatkan pendekatan Know Your Customer (KYC) dan Customer Due Diligence sesuai standar yang telah diatur. Tujuannya, untuk menjaga kualitas pembukaan rekening. Selain itu, untuk menghindari kejadian serupa Mandiri Online, Slamet mengatakan pihaknya akan meningkatkan keamanan dalam bertransaksi melalui seluruh layanan digital channel maupun kantor cabang.

"Koordinasi dengan bank dan penyelenggara jasa keuangan lainnya juga kami lakukan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi nasabah dalam melakukan transaksi perbankan," kata Slamet. (Baca juga: Nasabah Korban Mandiri Online Ungkap Transfer Dana Misterius)

Di sisi lain, Sekretaris Perusahaan BRI Hari Siaga mengaku belum mengetahui mengenai ada atau tidaknya pemblokiran rekening terkait Mandiri Online. "Saya belum terinfo perihal ini," ujarnya. Ia pun tak menjelaskan dengan gamblang perihal kemungkinan adanya koordinasi dengan bank pelat merah lainnya membahas persoalan Mandiri Online. “Koodinasi antara Himbara (Perhimpunan Bank-Bank Milik Negara) secara berkala dilakukan,” ujarnya.

Meski nasabah menemukan adanya transfer dana misterius, Bank Mandiri tidak menyebut persoalan yang terjadi sebagai pembobolan melainkan kekeliruan sistem. Artinya, dana nasabah tidak hilang. Bank Mandiri melansir terdapat 97 nasabah terdampak kekeliruan sistem dan sudah tertangani. (Baca juga: Bank Mandiri: 97 Nasabah Keliru Sistem Mandiri Online Sudah Ditangani)

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara mengatakan, dari hasil pemeriksaan lanjutan, memang ada hal yang perlu diperbaiki dalam sistem Mandiri Online. Namun, ia menekankan, Bank Mandiri telah berkomitmen untuk mengganti seluruh kerugian yang dialami nasabah akibat persoalan tersebut.

"Sudah diperiksa kembali, memang ada yang perlu diperbaiki. Tapi Bank Mandiri sudah menyatakan akan mengganti seluruh kerugian nasabah," kata Tirta. (Baca juga: Ada Masalah Keamanan, OJK: Bank Mandiri Lakukan Langkah Cepat)

Menanggapi soal keamanan transaksi online, Sekretaris Perusahaan Bank Central Asia (BCA) Jan Hendra menyatakan pihaknya terus memantau perkembangan yang terjadi untuk meningkatkan pengamanan. "Kami terus memantau, mengamati terus perkembangan sehingga kami bisa update (memperbaharui) sistem dan prosedur yang ada," ujarnya. Ia menambahkan, pihaknya juga bekerja sama dengan bank lain untuk mengatasi risiko kejahatan perbankan.

Video Pilihan

Artikel Terkait