Laju Ekonomi Kuartal I Terdongkrak Kenaikan Kinerja Ekspor

“Pertumbuhan ekspor ini seiring dengan kenaikan harga komoditas non-minyak dan gas (nonmigas) di pasar internasional pada kuartal I 2017,” kata Kepala BPS Suhariyanto.
Desy Setyowati
5 Mei 2017, 14:21
Pelabuhan ekspor
Katadata

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor terus membaik. Pada kuartal I lalu, ekspor tumbuh 8,04 persen secara tahunan, melebihi pencapaian pada periode sama tahun lalu yang terkontraksi 3,29 persen. Perbaikan ekspor turut menyokong laju ekonomi kuartal I yang mencapai 5,01 persen.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, kenaikan kinerja ekspor sejalan dengan membaiknya perekonomian mitra dagang Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Cina, misalnya, menguat dari 6,7 persen menjadi 6,9 persen di kuartal I 2017. Sementara diketahui pangsa pasar ekspor Indonesia ke Cina mencapai 12,79 persen dari total ekspor.

“Pertumbuhan ekspor ini seiring dengan kenaikan harga komoditas nonmigas di pasar internasional pada kuartal I 2017 yang meningkat. Berikut dengan kondisi perekonomian global dan ekonomi mitra dagang Indonesia yang membaik,” ujar dia di kantornya, Jakarta, Jumat (5/5). (Baca juga: Lampaui Proyeksi, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Capai 5,01 Persen)

Ia memaparkan, nilai ekspor barang pada kuartal I mencapai US$ 40,61 miliar atau naik 20,84 persen dibanding tahun lalu. Penopang utamanya, ekspor nonmigas yang tumbuh 21,61 persen. Di sisi lain, ekspor migas terkontraksi. (Baca juga: Harga Minyak Indonesia April Naik Gara-Gara Trump Serang Suriah)

Advertisement

Pertumbuhan ekspor terjadi pada komoditas lemak dan hewan nabati; karet dan barang dari karet; bahan bakar mineral; kendaraan dan bagian-bagiannya; serta, mesin dan peralatan mekanik. Sedangkan ekspor perhiasan dan permata terkontraksi.

“Ekspor jasa tumbuh bagus seiring naiknya jumlah wisatawan mancanegara (wisman), perkembangan wisman di Indonesia lumayan bagus di Maret yang komposisi wisman utama dari Cina,” ujar Suhariyanto. (Baca juga: Kuartal I, Penerbangan Langsung Tarik 3 Juta Turis Asing ke Indonesia)

Ia melihat pertumbuhan ekspor berpotensi terus berlanjut ke depan. Namun, ia mengakui masih ada hal yang perlu diwaspadai bisa menekan laju ekspor seperti sikap proteksionis negara maju, misalnya AS. Namun, sejauh ini, ia melihat pertumbuhan ekspor ke AS masih baik, mencapai 18,16 persen. Adapun, kontribusi ekspor ke AS mencapai 11,7 persen terhadap total ekspor Indonesia.

“Masih ada kekhawatiran proteksionisme, tapi belum terlihat. Ya tapi harus tetap waspada karena itu risiko eksternal,” ucapnya. (Baca juga: Kinerja Ekspor Diproyeksi Bakal Dongkrak Ekonomi Asia 2017)

Pertumbuhan ekspor ini di atas proyeksi ekonom. Sebelumnya, Ekonom Bank Permata Josua Pardede memproyeksi pertumbuhan ekspor membaik, tapi pertumbuhannya hanya mencapai 4,5 persen. Menurut dia, tren kenaikan harga komoditas seperti karet dan kelapa sawit membantu ekspor tumbuh lebih baik.

Selain disokong ekspor, pertumbuhan ekonomi kuartal I juga ditopang oleh stabilnya konsumsi rumah tangga dan investasi, serta peningkatan kinerja ekspor dan belanja lembaga nonprofit terkait pemilihan umum kepala daerah. 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait