Disokong Panen Raya Awal Tahun, Darmin: Ekonomi Capai 5,3 Persen

“Di 2017 ini (panen raya) balik lagi ke kuartal I. Itu enggak ditangkap di semua model (proyeksi ekonomi). Tahun ini (pertumbuhan ekonomi) bisa 5,2-5,4 persen, rata-rata 5,3 persen."
Desy Setyowati
27 April 2017, 20:13
Panen Padi Donang Wahyu | KATADATA
Panen Padi Donang Wahyu | KATADATA
Panen Padi Donang Wahyu | KATADATA

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meramalkan ekonomi domestik tumbuh 5,3 persen tahun ini. Proyeksi tersebut di atas target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 yang sebesar 5,1 persen.

Darmin menjelaskan, kembali bergesernya panen raya ke kuartal I membuat pertumbuhan ekonomi tinggi sejak awal tahun. “Tahun lalu, panen bergeser ke kuartal II, tapi di 2017 ini balik lagi ke Kuartal I. Itu enggak ditangkap di semua model (proyeksi perekonomian). Tahun ini (pertumbuhan ekonomi) bisa 5,2-5,4 persen, rata-rata 5,3 persen,” kata dia saat peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2016 di Gedung BI, Jakarta, Kamis (27/4).

Selain panen raya, Darmin menyatakan perekonomian juga terdongkrak kenaikan harga komoditas sumber daya alam (SDA). Menurut dia, meningkatnya harga komoditas telah mendorong pendapatan dan daya beli masyarakat di wilayah penghasil SDA seperti Sumatera ataupun Kalimantan. Hal ini bakal mendorong laju ekonomi.

Ia menambahkan, kenaikan harga komoditas juga bakal mendorong perbaikan kinerja ekspor dan investasi. Adapun, kenaikan investasi seiring dengan membaiknya kinerja industri yang berbasis SDA seperti pertambangan ataupun perkebunan. (Baca juga: Darmin Nilai Booming Komoditas Sejak 2000 Tak Tekan Ketimpangan)

Advertisement

Optimisme yang sama juga ditunjukkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Ia memperkirakan ekonomi bisa mencapai 5,2 persen, tahun ini. Sebelumnya, target pertumbuhan ekonomi yang sebesar 5,1 persen bahkan dinilai sudah ambisius. (Baca juga: Bappenas Prediksi Ekonomi Tahun Depan Tumbuh 5,6 Persen)

Dikutip dari Reuters, ia menjelaskan ekonomi juga bakal disokong kuatnya belanja pemerintah. Menurut dia, belum ada rencana pemotongan anggaran, tahun ini. Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, anggaran hanya akan diefisiensikan dan dialokasikan ke sektor yang produktif.

Di sisi lain, Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowadojo melihat peluang ekonomi lebih baik tahun ini lantaran ekonomi dunia dikoreksi naik. Perekonomian dunia tahun ini diperkirakan tumbuh 3,5 persen atau lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya yaitu 3,4 persen. (Baca juga: Gubernur BI: Pertama Kali, Proyeksi Ekonomi Global Dikoreksi Naik)

Menurut Agus, perbaikan ekonomi dunia bisa mendongkrak harga komoditas yang menjadi andalan ekspor Indonesia. “Kalau dibanding realisasi pertumbuhan ekonomi dunia di 2016 sebesar 3,1 persen, kalau bisa naik ke 3,5 persen tentu memberikan harapan kepada kami semua. Perkembangan ini bisa mendorong naik harga komoditas,” ujarnya. 

Ia pun memperkirakan, pertumbuhan ekonomi bakal berkisar 5-5,4 persen tahun ini. Pertumbuhan juga disokong olehbaiknya stabilitas sistem keuangan dan makro ekonomi Indonesia.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait