Terus Cetak Rekor Baru, IHSG Rawan Aksi Ambil Untung

Level IHSG telah naik 3,2 persen sejak Fed Fund Rate naik pada pertengahan Maret lalu. “Tingkat fokus sebaiknya saat ini terhadap saham-saham yang memiliki tingkat likuiditas teruji dan tinggi."
Martha Ruth Thertina
4 April 2017, 10:13
Bursa KATADATA | Agung Samosir
Bursa KATADATA | Agung Samosir

Penguatan terus-menerus Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) perlu mulai diwaspadai. Analis menyebut IHSG rawan aksi ambil untung (profit taking) lantaran sudah naik cukup tinggi. Para investor disarankan fokus pada saham-saham yang memiliki tingkat likuiditas teruji dan tinggi.

IHSG memang terus naik dan berulang kali mencetak rekor baru sejak bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), mengumumkan kenaikan bunga dananya (Fed Fund Rate), pada pertengahan Maret lalu.

Rekor terakhir IHSG dicetak pada perdagangan Senin (3/3) kemarin, yakni di level 5.606, atau naik 0,69 persen dibanding penutupan hari sebelumnya. Namun, bila dibandingkan dengan level IHSG sehari sebelum Fed Fund Rate naik, maka kenaikannya telah mencapai 3,2 persen.

Tim Analis dari Oso Securities memperkirakan IHSG bakal bergerak mixed dengan kecendrungan melemah pada perdagangan Selasa (4/3) ini. “(Hal ini) seiring dengan sudah rawannya aksi profit taking,” kata tim Oso dalam kajian tertulisnya yang diterima Katadata, Selasa (4/3).

Advertisement

Secara teknikal, IHSG disebut berada pada area overbought alias jenuh beli. IHSG diprediksi bakal bergerak di kisaran 5.578-5.612.

Di sisi lain, Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya berpendapat IHSG masih berpeluang menguat karena ditopang oleh arus masuk dana asing (capital inflow) dan kondisi perekonomian yang terkendali. (Baca juga: BI Ramal Dana Asing di Saham dan Obligasi Tergerus Kenaikan Bunga Fed

“Potensi penguatan masih cukup besar dalam pergerakan IHSG, target resistance (resisten) memiliki peluang untuk kembali ditembus dalam beberapa waktu mendatang,” ujarnya. IHSG diprediksi berada pada rentang 5.524-5.623 pada perdagangan Selasa ini. (Baca juga: Sektor Energi, Bank, Infrastruktur Bisa Pacu IHSG Cetak Rekor Lagi)

Meski begitu, ia menyarankan agar investor memilih saham-saham yang memiliki tingkat likuiditas yang tinggi. Hal tersebut untuk meminimalisir risiko. “Tingkat fokus sebaiknya saat ini terhadap saham-saham yang memiliki tingkat likuiditas teruji dan tinggi alias yang berada dalam jajaran first liner, mengingat saham saham tersebut lebih tahan uji terhadap gejolak pasar,” ujarnya.

Pada pembukaan perdagangan pagi ini, IHSG tercatat menguat 0,08 persen ke level 5.611 dan terus menanjak. Hingga menjelang pukul 10.00, indeks tercatat bergerak di rentang 5.608-5.638.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait