30 Calon Komisioner OJK Lolos ke Tahap Wawancara Pekan Ini

Dua petahana masih bertahan yaitu Wakil Ketua Komisioner OJK Rahmat Waluyanto dan Anggota Komisioner OJK Nurhaida. Para calon yang lolos bakal menghadapi sesi wawancara oleh tim pansel.
Desy Setyowati
6 Maret 2017, 21:19
Gedung OJK
Donang Wahyu|KATADATA
Gedung OJK

Panitia Seleksi (Pansel) Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meloloskan 30 dari 34 kandidat untuk mengikuti tahap wawancara. Tahap keempat ini merupakan tahap akhir untuk menentukan 21 calon yang akan diajukan ke Presiden Joko Widodo untuk mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Sebanyak 30 calon yang lolos tersebut termasuk dua petahana yaitu Wakil Ketua Komisioner OJK Rahmat Waluyanto dan Anggota Komisioner sekaligus Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Nurhaida. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga menjabat Anggota Pansel Dewan Komisioner OJK Darmin Nasution menjelaskan, pada tahap wawancara, masing-masing calon akan menghadapi seluruh anggota pansel.

“Setiap calon akan diwawancarai selama 45 menit sampai satu jam,“ kata Darmin, usai rapat pansel di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (6/3). Tahap keempat ini akan berlangsung pada 9-11 Maret mendatang. (Baca juga: Muliaman dan 4 Komisioner Terpental, OJK Akan Bertabur Wajah Baru)

Sekadar informasi, anggota pansel terdiri dari sembilan orang yang ditunjuk presiden untuk mewakili dari unsur pemerintah, Bank Indonesia (BI), akademisi serta dari masyarakat industri jasa keuangan. Adapun, Ketua Pansel yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Darmin menjelaskan, pansel meloloskan 30 kandidat pada tahap ketiga dengan memertimbangkan hasil pemeriksaan kesehatan oleh tim dokter RSPAD Gatot Subroto dan penilaian (assestment) oleh pihak independen yaitu Daya Dimensi Indonesia (DDI). Pemeriksaan kesehatan meliputi kesehatan jasmani dan kejiwaan, sedangkan penilaian oleh pihak independen mencakup aspek kompetensi dan perilaku.

Kriteria yang harus dipenuhi dalam tahap ketiga terdiri dari kemampuan dan ketahanan dalam menghadapi tekanan; kemampuan mengambil keputusan dengan memertimbangan berbagai aspek; kemampuan memimpin secara visioner; menerapkan nilai-nilai organisasi; serta, pengetahuan dan pengalaman peserta.

Dalam menetapkan 30 calon, pansel menggelar rapat yang diikuti seluruh anggota, termasuk Sri Mulyani yang mengikuti rapat melalui video conference lantaran tengah dinas di Amerika Serikat (AS). 

“Sri Mulyani nengikuti rapat secara penuh melalui video conference karena sedang bertugas di luar negeri. Keputusan diambil secara penuh dan terbuka. Dilakukan secara aklamasi dan tidak ada dissenting opinion (perbedaan pendapat),” kata Darmin. (Baca juga: Pemilihan Bos OJK Rawan Disusupi Motif Bisnis dan Politik) 

Anggota Pansel DK OJK lainnya, Tony Prasetyantono menyampaikan, dalam sesi wawancara, pansel akan mempertanyakan beberapa hal antara lain, visi, isi makalah, pendalaman sesuai tidaknya makalah dengan yang dipresentasikan, juga pendalaman mengenai kapabilitas dan integritas kandidat.

Darmin menambahkan, pihaknya juga akan mengaitkan isi makalah dengan rekam jejak dari masing-masing calon. Selain itu, pansel juga akan mengkaji pemahaman industri keuangan masing-masing kandidat.

“Kami (akan) wawancara dan diskusi dengan masing-masing dan kami mau semua yang mereka janjikan semua yang mereka tulis dalam makalah,“ tutur Darmin. 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait