Mayoritas Saham Grup MNC Anjlok, Terseret Tudingan Antasari?

Penurunan harga paling besar dialami saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) yang anjlok 6,18 persen ke level Rp 1.595 per saham.
Martha Ruth Thertina
14 Februari 2017, 20:29
MNC
Arief Kamaludin | KATADATA

Mayoritas saham grup MNC mendadak anjlok pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (14/2) sore. Dari delapan emiten di grup tersebut, hanya satu yang harga sahamnya naik yaitu PT MNC Land Tbk (KPIG). Penurunan berjamaah tersebut tak lama berselang setelah mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar menyebut nama bos Grup MNC Harry Tanoesoedibjo terlibat kasus kriminalisasi dirinya.

Penurunan harga paling besar dialami saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) yang anjlok 6,18 persen ke level Rp 1.595 per saham, diikuti saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR) yang turun 4,07 persen ke level Rp 590 per saham.

Selanjutnya, saham PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk (IATA) turun 3,77 persen  dan saham PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) turun 2,74 persen. Adapun, saham PT MNC Investama Tbk (BHIT) juga turun 2,14 persen serta saham PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) turun 0,68 persen.  

Hanya saham PT MNC Land Tbk (KPIG) yang berhasil melejit 9,23 persen ke level Rp 1.420 per saham. Sedangkan saham PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) stagnan. (Baca: SBY: Tuduhan Antasari Azhar untuk Jatuhkan AHY-Sylvi di Pilkada)

Analis Senior Bina Artha Securities Reza Priyambada menilai penurunan tersebut tak ada kaitannya dengan pemberitaan seputar Harry Tanoesoedibjo. Apalagi, dari delapan emiten, masih ada satu emiten yang sahamnya melejit.

Ia pun menilai, penurunan saham mayoritas emiten grup MNC lebih disebabkan oleh pelemahan pasar. “Hari ini pasar memang turun di mana mayoritas indeks mendekam di zona merah namun bukan dari sentimen pemberitaan tersebut,” kata Reza, Selasa (14/2). Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa ini melorot 0,53 persen ke level 5.380.

Seperti diketahui, dalam jumpa pers di kantor Bareskrim Polri, Selasa siang, Antasari menuding Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai aktor di balik kasus yang menjeratnya. Mantan jaksa ini menegaskan bahwa dirinya tak bersalah dalam kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen pada 2009 silam.

Ia mengungkapkan, sekitar Maret 2009 sebelum kasusnya terjadi, Antasari didatangi Hary Tanoesoedibjo. Hary, kata Antasari, mengaku diutus oleh SBY untuk menemuinya. "Waktu itu ada orang malam-malam datang ke rumah saya, yaitu Hary Tanoesoedibjo. Dia diutus Cikeas datang ke rumah saya minta agar saya tidak menahan Aulia Pohan," kata Antasari.

Melalui akun Twitter-nya, SBY membantah tuduhan Antasari tersebut. “Tujuan penghancuran nama SBY oleh Antasari dan para aktor di belakangnya agar Agus - Sylvi kalah dalam Pilkada besok, 15 Feb 2017," cuit SBY. Adapun, Hary Tanoe hingga kini belum memberikan klarifikasi atas kabar tersebut. 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait