BUMN Sektor Keuangan Diminta Naikkan Setoran Pajak

“Meski melemah selama dua tahun, sektor ini tumbuh delapan persen pada 2016. Tetapi, penerimaan pajak dari sektor ini rendah," kata Sri Mulyani.
Desy Setyowati
8 Februari 2017, 15:01
Bank Mandiri
Agung Samosir|KATADATA
Bank Mandiri

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melihat, penerimaan pajak masih menjadi tantangan pada tahun ini. Oleh sebab itu, ia mendorong pelaku industri, terutama di bidang keuangan, untuk meningkatkan setoran pajaknya lantaran sudah tumbuh tinggi sepanjang tahun lalu.

Dalam catatannya, setelah sempat melemah selama dua tahun, sektor keuangan berhasil tumbuh delapan persen di 2016. “Tetapi, penerimaan pajak dari sektor ini rendah,” ujar Sri Mulyani dalam acara Mandiri Investment Forum di Jakarta, Rabu (8/2).

Ia pun berharap perusahaan BUMN di bidang keuangan, khususnya yang sudah mendapat Penyertaan Modal Negara (PMN) bisa turut mendongkrak penerimaan pajak. “Kami harap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bisa membantu kami, tidak hanya mendapat fee saja,” ujar Sri Mulyani. (Baca juga: Sri Mulyani Dorong Pengusaha Bayar Pajak buat Atasi Ketimpangan)

Sektor industri lain yang juga diharapkan bisa membantu penerimaan pajak yakni manufaktur. Sayangnya, selama dua dekade terakhir, sektor ini mengalami penurunan pertumbuhan. Karena itu, pemerintah mengeluarkan paket-paket kebijakan untuk mendorong minat investor berinvestasi di sektor ini.

“Makanya kami berjuang keras untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif agar investor datang,” kata Sri Mulyani. Sebelumnya, ia juga mengimbau Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank untuk membiayai sektor manufaktur. “Sektor manufaktur termasuk yang kontribusinya cukup banyak. Kalau LPEI mau support, Indonesia paling banyak didominasi sektor manufaktur,” ujarnya.

(Baca juga: Sri Mulyani Dorong LPEI Biayai Sektor Manufaktur dan UMKM)

Selain manufaktur, industri lain yang berpotensi menyumbang pajak dalam jumlah besar adalah perdagangan. Namun, kinerja sektor ini juga melambat seiring melemahnya permintaan global dan domestik yang berimbas pada turunnya penjualan. Hal itu kemudian berdampak pada setoran Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sektor tersebut. “Konsumsi rumah tangga tumbuh baik tapi sektor perdagangan melemah, jadinya PPN lemah.”

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait