Perkuat Hubungan Bilateral, Indonesia-AS Akan Perluas Latihan Militer

Amerika dan Indonesia mendukung perluasan pelatihan Angkatan Darat dengan normalisasi hubungan pasukan khusus melalui pelatihan terpadu bersama.
Muchamad Nafi
Oleh Muchamad Nafi
31 Mei 2019, 11:50
Perkuat Hubungan Bilateral, Indonesia-AS Akan Perluas Latihan Militer
ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYA
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu memberikan pengarahan kepada peserta wisuda Pascasarjana di Gedung Aula Universitas Pertahanan, IPSC Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (5/11/2018). Universitas Pertahanan (Unhan) mewisuda 62 orang lulusan Pascasarjana, dan lulusan Unhan tersebut dipersiapkan menjadi agen atau kader bela negara.

Pertemuan bilateral Pelaksana tugas Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Patrick Shanahan dan Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu menekankan kemitraan yang kuat antara kedua negara, termasuk dalam perluasan latihan militer. Shanahan melakukan kunjungan kehormatan ke Jakarta, Kamis (30/5), dalam rangka peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-AS.

Hal ini menegaskan kembali kesepakatan yang tertuang dalam Pengaturan Kerangka Kerja Tentang Kegiatan Kerja Sama di bidang Pertahanan pada 2010, dan Pernyataan Bersama Tentang Kerjasama Pertahanan Komprehensif pada 2015. Pernyataan hari ini, Jumat (31/5),  juga menegaskan keinginan kedua negara untuk memperkukuh kemitraan pertahanan dalam menghadapi tantangan regional dan global.

Dalam pertemuan tersebut, Ryamizard dan Shanahan menegaskan kembali komitmen mereka dalam memperkuat program-program pelatihan bilateral untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan interoperabilitas. Kedua kementerian mendukung perluasan pelatihan Angkatan Darat tahun depan. Langkah ini melalui normalisasi hubungan pasukan khusus Angkatan Darat melalui Pelatihan Terpadu Bersama dengan Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Kedua pemerintah juga menekankan pentingnya memperkuat kerja sama untuk memerangi ancaman transnasional lintas laut, darat, udara, dan dunia maya. Ryamizard dan Shanahan mengakui pentingnya normalisasi pelatihan Pasukan Khusus Amerika dengan Kopassus untuk membangun kepercayaan dan memperluas interoperabilitas kontraterorisme.

(Baca: DPR Tak Awasi Pengadaan Impor Senjata untuk BNN)

Guna mendukung upaya berbagi informasi lebih luas, kedua kementerian akan meningkatkan pembagian informasi dan pertukaran pandangan mengenai analisis ancaman regional melalui ASEAN Our Eyes (AOE). Ini merupakan platform pertukaran informasi strategis antarnegara anggota ASEAN.

Untuk itu, Indonesia dan Amerika akan menghormati jasa dan pengorbanan para anggota militernya. Hal tersebut sebagai kesakralan jasad yang terkubur di dalam kapal-kapal seperti bangkai kapal Perang Dunia II, USS Houston, dan kerja sama guna mengetahui sisa-sisa jasad dari pihak Amerika yang ada di Indonesia.

Hubungan militer Indonesia-Amerika yang kuat dan teguh inindiharapkan terbentuk dan dilandasi oleh prinsip-prinsip kesetaraan, timbal balik, dan hormat terhadap aturan dan norma internasional. Juga, hormat terhadap integritas dan kedaulatan teritorial dan tercapainya kepentingan bersama.

(Baca: TNI Setop Kerja Sama dengan Australia)

Karenanya, Indonesia dan Amerika berkomitmen menjaga karakteristik kerja sama melalui pembahasan yang jujur dan pembagian informasi yang dapat memperdalam kepercayaan. Harapannya, terjalin kemitraan yang erat untuk mengatasi tantangan keamanan bersama.

Reporter: Antara

Video Pilihan

Artikel Terkait