Jokowi Beberkan Usaha Mebelnya dari Kecil hingga Besar ke Para Umi

“Bapak saya jualan bambu, kayu, kadang nyambi sopir. Alhamdulillah saya bisa sekolah, kuliah,” kata Jokowi. “Mulai usaha dari minus, dari pinjaman.”
Muchamad Nafi
2 Maret 2019, 14:21
Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Jokowi berbelanja di Pasar Sentral, Gorontalo
ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kiri) berbelanja sebelum menghadiri acara penyaluran bantuan pembiayaan ultra mikro di Pasar Sentral, Gorontalo, Jumat (1/3/2019). Pemerintah menyalurkan bantuan tersebut kepada 273 debitur di Gorontalo guna menunjang kemandirian usaha mikro pada level terbawah.

Presiden Joko Widodo mengunjungi sejumlah tempat di Kendari Barat, Sulawesi Tenggara hari ini, Sabtu (2/3). Di sana, dia memberikan semangat dan inspirasi kepada ibu-ibu pelaku usaha untuk mengakses kredit ultra mikro (Umi).

Setelah blusukan di Pasar Sentral Kendari, Jokowi, demikian mantan Walikota Solo ini biasa disapa, menuju Dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sodohoa, untuk menyaksikan akad debitur program Umi, sekaligus berdialog dengan mereka.

Saat tiba, ia disambut dengan antusias masyarakat dan para pedang pasar ikan yang telah menantinya sejak pagi. Hujan gerimis sempat menyambut kedatangan orang nomor satu di negeri ini, tapi sesaat kemudian matahari menyinari dermaga yang di Kendari Barat itu.

(Baca: 2019, Penyaluran KUR Peternakan dan Pertanian Ditargetkan Rp 28 T)

Advertisement

Jokowi pun kemudian menyapa ibu-ibu dan masyarakat dalam sambutannya. “Semangat dong. Saya sejak subuh sudah lari dengan Pak Gubernur dan Pak Walikota. Tadi ke Pasar Sentral baru ke sini,” kata Jokowi.

Dia kemudian memanggil para nasabah Umi yang baru menerima pinjaman agar maju ke sisinya untuk berdialog. Di antara mereka ada yang mendapatkan Rp 2 juta, Rp5 juta, atau Rp 8 juta. “Perlu saya sampaikan, pinjaman ultra mikro diberikan agar masyarakat memiliki usaha yang baik,” ujarnya. “Jangan lupa, yang namanya pinjam harus ngangsur, mencicil disiplin.”

Disiplin dalam membayar ini penting agar lembaga keuangan semakin percaya sehingga besar kemungkinan pinjaman akan ditambah. Jokowi kemudian mengisahkan awal dia mengembangkan usahanya.

Semula, bengkel kayunya kecil. Hingga pada satu saat dia dipercaya oleh bank dan mendapat pinjaman setengah miliar rupiah. “Dapat Rp 500 jutaan, usaha di-gedein 10 kali lipat. Tambah lagi, terus saya lunasi,” kata Jokowi menceritakan usaha mebelnya. Dia percaya, jika para nasabah berdisiplin, usaha akan lancar dan pembeli akan datang.

(Baca: Pemerintah Siap Luncurkan Program KUR Khusus pada Kuartal I)

“Yang kita bangun adalah kepercayaan, tidak ada yang lain,” ujarnya. Sebab, menurut dia, jika usaha telah mendapatkan kepercayaan, untuk mendapatkan apa pun mudah termasuk bahan baku dan modal.

Pada pertemuan tersebut, Jokowi berdialog dengan Ertin, nasabah Al-Amin di Kendari yang mendapat pinjaman Umi Rp 2 juta dan telah mengangsur selama 15 pekan atau hampir empat bulan. Jokowi meyakinkan bahwa pinjaman bisa ditambah lagi hngga Rp 5 juta atau bahkan Rp 10 juta.

Berkat pinjaman Umi sebesar Rp 2 juta, kini omzet per harinya mencapai Rp 500.000 dengan keuntungan bersih Rp100.000. Jika lancar menjalani skema ini, Ertin yang berjualan sembako bisa masuk ke skema kredit usaha rakyat (KUR).

Jokowi juga berdialog dengan nasabah Umi lainnya, Sukmawati, yang berdagang kredit pakaian dan mendapatkan pinjaman Rp 3 juta. Saat tampak malu-malu menjelaskan soal usahanya, Presiden justru menyemangatinya bahwa usaha yang dimulai dari kecil akan kokoh, kuat.

(Baca: Bank Mandiri Salurkan KUR ke Sektor Produksi Rp 9,8 Triliun Tahun Lalu)

Ia pun memberikan kiat khusus untuk sukses naik kelas usaha yakni kerja keras dan membangun kepercayaan. “Bapak saya jualan bambu, kayu, kadang nyambi sopir. Saya Alhamdulillah bisa sekolah, bisa kuliah, orang tua jempalitan cari uang,” katanya. Setelah lulus, ia melanjutkan, “Kerja sebentar di BUMN Aceh. Setelah itu nikah dengan Bu Jokowi lalu memulai usaha di Solo. Mulai usaha dari minus. Dari pinjaman itu saya berangkat usaha.”

Presiden meminta agar pelaku usaha ultra mikro tidak seketika membayangkan dari sisi pesimisme. Semua harus optimisme dan semangat karena berbagai potensi usaha di Indonesia sangat besar.

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait