Strategi Perdagangan Global Alibaba di Pameran Impor Internasional

Alibaba berkomitmen mengimpor produk internasional senilai US$ 200 miliar ke Cina, termasuk dari Indonesia.
Muchamad Nafi
10 November 2018, 05:00
CEO Alibaba Group Daniel Zhang
Katadata | Istimewa

Setelah dibuka pada 5 November kemarin oleh Presiden Tiongkok Xi Jinping di Shanghai, hari ini pameran China International Import Expo berakhir. Sekitar 3.000 perusahaan dari 130 negara dan wilayah bergabung di dalamnya. Raksasa digital dan e-commerce asal Cina, Alibaba Group, turut meramaikan perhelatan yang pertama kali tersebut.

Dalam sesi “Global Import Leadership Summit”, Alibaba menyatakan akan membantu impor produk senilai US$ 200 miliar dari sekitar 120 negara, termasuk Indonesia, selama lima tahun mendatang. CEO Alibaba Group Daniel Zhang mengatakan langkah ini sebagai komitmen jangka panjang terhadap globalisasi. Di sisi lain untuk memenuhi permintaan konsumen Tiongkok yang semakin meningkat atas produk internasional yang berkualitas tinggi.

(Baca juga: Kapal Api - Indomie Hiasi Paviliun Indonesia di Pesta Belanja Alibaba)

Bagi Daniel Zhang, globalisasi salah satu strategi paling penting Alibaba untuk pertumbuhan jangka panjang. “Kami membangun infrastruktur masa depan perdagangan untuk mewujudkan ekonomi digital yang mengglobal di mana perdagangan bisa dilakukan di setiap negara di dunia,” kata Zhang.

Advertisement

Menurut penerus Jack Ma ini, dengan menggunakan teknologi inovatif dan ekosistem yang mereka punya, Alibaba menjadikan perdagangan global lebih inklusif dan untuk memenuhi misinya dalam memudahkan seluruh masyarakat untuk berbisnis di manapun di era digital saat ini.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Alibaba akan mendukung impor produk-produk internasional dari perusahaan-perusahaan berbagai skala di negara-negara utama seperti Jerman, Jepang, Australia, Amerika Serikat, Indonesia, dan Korea Selatan. Eksekusinya dimulai tahun depan hingga 2023.

Beberapa merek global terkemuka seperti P&G, Nestlé, JBS, dan Refa, telah menjajagi kemitraan secara holistik dengan seluruh ekosistem Alibaba. Kolaborasi ini akan memungkinkan merek-merek tersebut secara efektif menjangkau kaum menengah Tiongkok yang merupakan pendorong pertumbuhan konsumsi di sana.

Saat ini, kelas menengah Cina semakin tumbuh. Hal itu seiring meningkatnya pendapatan mereka sehingga berharap memiliki akses lebih cepat dan beragam terhadap produk-produk berkualitas dari berbagai negara. (Baca pula: Empat Pendiri Startup Indonesia Kuliah di Kampus Alibaba).

Karenanya, platform Alibaba yang didedikasikan untuk belanja lintas negara, Tmall, memiliki posisi unik dalam membantu merek-merek internasional. “Untuk menjangkau pasar Tiongkok yang terus tumbuh, seiring minat konsumen untuk meningkatkan gaya hidupnya,” kata General Manager of Tmall Import and Export Alvin Liu.

Bila mengacu laporan bersama Deloitte Cina, the China Chamber of International Commerce, dan AliResearch, pertumbuhan ekonomi Tiongkok pesat beberapa tahun terakhir sehingga  meningkatkan jumlah kaum menengah. Laporan ini juga mencatat bahwa pangsa pasar e-dagang lintas negara di Tiongkok tumbuh dengan signifikan.

Jika dihitung, proporsi barang impor di penjualan e-dagang tumbuh dari 1,6 persen di 2014 menjadi 10,2 persen tahun lalu. Laporan ini juga mencatat bahwa antara 2014 dan 2017 jumlah konsumen di Tmall Global tumbuh sepuluh kali lipat.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait