EASE, Upaya Mengubah Citra Rayon Menjadi Produk Fesyen Berkualitas

Viscose dinilai bahan yang baik untuk produk fesyen karena memiliki tekstur yang nyaman, terutama jika dipakai di iklim tropis.
Dimas Jarot Bayu
24 Oktober 2018, 12:38
Serat Viscose Rayon
Katadata

Serat viscose atau rayon kadang dipandang sebagai bahan tekstil murahan. Karena itu viscose, misalnya, kerap kali hanya digunakan untuk pakaian daster atau baju dengan kualitas rendah.

Padahal, viscose memiliki berbagai keunggulan dibandingkan bahan tekstil lainnya. Kelebihan inilah yang disasar oleh Patrick Susanto dengan membuat jenama fesyen EASE, merek yang ia miliki.

(Baca juga: Lenzing Siapkan Rp 75 Miliar untuk Inovasi di Pabrik Kain)

Patrick ingin mengubah pandangan anak muda ini. “Kami mau bangun bahwa viscose itu bukan hal yang murahan, tidak mahal tapi juga enak dipakai,” kata Patrick di Hotel Intercontinental, Bandung, Jawa Barat, Selasa (24/10).

Advertisement

Menurutnya, viscose merupakan bahan yang baik untuk produk fesyen karena memiliki tekstur yang nyaman, terutama jika dipakai di iklim tropis. Viscose pun lebih mudah didapatkan dibandingkan bahan katun yang berasal dari kapas.

Viscose juga lebih ramah lingkungan dibandingkan polyester yang berasal dari plastik. Viscose ini berbahan dasar kayu yang diolah menjadi serat fiber sehingga minim menghasilkan polutan dan lebih mudah terurai. “Pada dasarnya banyak orang tidak mengerti bahwa yang mereka pakai tidak ramah lingkungan,” kata Patrick.

(Baca juga: Pemerintah Diminta Tingkatkan Nilai Tambah Produk Industri Manufaktur)

Tak hanya itu, Patrick ingin mengubah pandangan bahwa bahan viscose hanya terbatas untuk beberapa jenis produk tekstil berkualitas rendah, seperti daster ataupun kaos. Rayon dapat pula didesain untuk busana couture yang digunakan dalam peragaan busana.

Karenanya, melalui EASE, Patrick menggandeng para desainer muda bekerja sama dalam memanfaatkan bahan viscose. Dia ingin menunjukkan bahwa viscose dapat menjadi produk fesyen berkualitas tinggi yang menarik. “Kalau viscose bisa dipakai couture, berarti untuk normal itu wearable banget,” kata dia.

Selama tujuh bulan didirikan, Patrick mengaku jika respons pasar fesyen di Indonesia kepada produk EASE cukup positif. Hanya saja, perlu edukasi yang lebih massif agar bahan viscose dapat lebih diterima.

EASE sendiri membuat produknya saat ini untuk pasar perempuan dengan rentang usia 19-30 tahun. Produk EASE dibuat dengan konsep smart casual sehingga bisa dipakai untuk berbagai aktivitas sehari-hari. (Baca pula: JFW 2018, Label Fesyen Muslim Flamoush Terinspirasi Gaya Harajuku) 

Target itu disasar lantaran produk berbahan viscose lebih cocok dikenakan mereka. Selain itu, perempuan dengan rentang usia tersebut lebih mudah diedukasi, sehingga diharapkan akan mempermudah pemahaman atas keunggulan viscose. “Karena ini zaman sekarang, jadi mereka mengerti dan lebih gampang diedukasi," katanya.

Ke depan, EASE akan membuat produk yang bisa digunakan oleh kaum laki-laki. Rata-rata produk tersebut dijual dengan rentang harga Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta. Ease memasarkan produknya melalui berbagai media sosial. Tak ketinggalan, produk ini juga dipasarkan melalui berbagai e-commerce, seperti Lazada.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait