Tak Seperti PKS, Tim Kampanye Jokowi Klaim Tak Pakai Kampanye Negatif

Kampanye positif akan memberikan optimisme dan harapan kepada publik, juga solusi-solusi terhadap masalah bangsa.
Dimas Jarot Bayu
Oleh Dimas Jarot Bayu
15 Oktober 2018, 21:22
kampanye partai
ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho

Sekretaris Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto memastikan pihaknya tak menggunakan kampanye negatif sebagaimana dilakukan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Mereka berkomitmen menggunakan kampanye positif dalam Pilpres 2019.

Komitmen tersebut akan diterjemahkan melalui adu rekam jejak, konsepsi, serta gagasan dalam kampanye. “Kami membangun peradaban, mengangkat kebudayaan, martabat, dan kehormatan bangsa,” kata Hasto di Posko Cemara, Jakarta, Senin (15/10).

Menurut Hasto, Tim Kampanye tak akan tergoda meski diserang kampanye negatif selama. Sebaliknya, serangan kampanye negatif akan menjadi ajang bagi Tim Kampanye untuk evaluasi.

(Baca juga: Gerilya Politik Sandiaga Uno dan Strategi Kampanye Prabowo).

Wakil Ketua Tim Kampanye, Abdul Kadir Karding, menilai sebenarnya kampanye negatif dibolehkan. Hanya saja, ketika melakukannya harus dengan data dan fakta yang akurat. Selain itu, kampanye negatif tidak dilakukan hanya untuk mencari kesalahan lawan. Sebab, tujuan dari Pilpres 2019 adalah membangun kebersamaan dan solidaritas.

Pilpres tahun depan juga untuk membangun demokrasi yang sehat serta menjaga stabilitas, keamanan, serta persatuan Indonesia. “Sehingga kampanye negatif bisa dilakukan dalam rangka betul-betul mengetahui tentang jejak rekam, tetapi tidak boleh mendominasi seluruh kampanye,” kata Karding.

Karena itu, dia menyarankan kampanye positif lebih dominan agar memberikan pendidikan politik yang baik. Tak hanya itu, kampanye positif akan memberikan optimisme dan harapan kepada publik, juga solusi-solusi terhadap masalah bangsa.

(Baca pula: Cara Dua Kandidat Presiden Membereskan Masalah Lapangan Pekerjaan).

Sebelumnya, Presiden PKS Sohibul Iman tak melarang para kadernya untuk mengembangkan kampanye negatif selama Pilpres 2019. Menurut Sohibul, kampanye negatif yang diperbolehkan dengan porsi 20 persen, sementara sisanya merupakan kampanye positif. Kampanye negatif yang dimaksud adalah membeberkan fakta-fakta soal kelemahan lawan.

Pada kesempatan itu, Sohibul juga menegaskan para kader PKS tak menggelar kampanye hitam. Partai tak mentolerir praktik ini. Dia pun mengimbau para kader tidak melakukan politik uang. “Meraih kelas menengah ke atas tidak perlu uang, asal kita punya komitmen, menciptakan moral, memberikan kepastian hukum, memperjuangkan kepastian usaha, mereka bisa jatuh cinta,” ujar Sohibul saat Konsolidasi Nasional Pemenangan Pemilu 2019 di Depok, Minggu (14/10).

Video Pilihan

Artikel Terkait