Disodori Dua Cawapres, Prabowo Akan Konsultasi ke NU dan Muhammadiyah

Salim Segaf dan Abdul Somad yang direkomendasikan ijtima ulama akan menjadi pertimbangan. Tak berarti wajib dijalankan Gerindra.
Dimas Jarot Bayu
30 Juli 2018, 14:07
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto usai menghadiri acara Rapat Kerja Nasional Bidang Advokasi dan Hukum DPP Gerindra di Jakarta, Kamis (5/4/2018).

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bakal mempelajari dua nama calon wakil presiden (cawapres): Salim Segaf Al Jufri dan Abdul Somad. Keduanya disodorkan oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama setelah menggelar forum ijtima atau musyawarah pada akhir pekan kemarin.

Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani mengatakan Prabowo menghormati pemberian rekomendasi nama cawapres dari ijtima tersebut. Salim Segaf saat ini menjabat Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Abdul Somad merupakan pendkwah  yang sedang naik daun.

Meski demikian, Prabowo akan mengkonsultasikan kedua nama tersebut dengan dua organisasi massa Islam terbesar di Indonesia yaitu Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Dia pun akan meminta masukan dari pihak-pihak lain yang dianggap perlu didengar.

“Beliau minta waktu untuk mempelajari sungguh-sungguh dan konsultasikan nama-nama itu dengan ulama-ulama lainnya,” kata Muzani di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (30/7). (Baca: Bertemu 1,5 Jam, SBY-Prabowo Sepakati Poin Utama Koalisi di Pilpres).

Advertisement

Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Juliantono mengatakan, dua nama cawapres yang direkomendasikan ijtima ulama akan menjadi pertimbangan bagi Gerindra. Hanya saja, hal tersebut tak berarti wajib dijalankan Gerindra.

Menurut Ferry, kedua nama tersebut akan disampaikan kepada partai-partai dalam koalisi, yakni Partai Amanat Nasional (PAN), PKS, dan Partai Demokrat. Sehingga, keputusan yang diambil nantinya mengakomodasi berbagai kepentingan koalisi. “Itu menjadi pertimbangan untuk disampaikan ke masing-masing partai, termasuk ke Pak Susilo Bambang Yudhoyono,” kata Ferry.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Demokrat Syarief Hasan mengaku partainya menyerahkan rekomendasi ijtima ulama kepada Prabowo. Syarief berharap Prabowo dapat membicarakan hasil rekomendasi tersebut kepada partai-partai koalisi. (Baca: Demokrat Klaim Jadi Penentu Kemenangan Prabowo dalam Pilpres 2019).

Sebelumnya, Forum Ijtima Ulama GNPF yang digelar pada Jumat (27/7) dan Sabtu (28/7) merekomendasikan dua pasangan capres dan cawapres dalam Pilpres 2019. Mereka antara lain Prabowo-Salim Segaf dan Prabowo-Abdul Somad.

Kedua nama tersebut disorongkan lantaran dianggap dapat mewakili umat. Alhasil, pasangan yang direkomendasikan ijtima ulama diharapkan menjadi perpaduan nasionalis-religius.

(Lihat pula: Demokrat Tak Akan Halangi Pengunduran Diri TGB).

Mencuatnya nama dari kalangan ulama sebagai cawapres juga beredar di kubu Joko Widodo. Beberapa nama yang dianggap mewakili kalangan muslim yang sempat disebut-sebut sebagai pasangan inkumben tersebut seperti Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin, tokoh NU dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, dan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB).

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait