Pelindo II Segera Garap Pembangunan Konstruksi Pelabuhan Kijing

Mimpinya, Pelabuhan Kijing menjadi pelabuhan besar di Kaliman Barat yang terkoneksi secara internasional.
Ameidyo Daud Nasution
12 Juli 2018, 17:20
Pelabuhan Bitung
Dok. KPPIP
Proyek strategis pemerintah Pelabuhan Bitung, merupakan Proyek Strategis Nasional di Provinsi Sulawesi Utara (KEK Bitung dan Pelabuhan Internasional Hub Bitung) senilai Rp 34 triliun dan juga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung dengan nilai investasi diperkirakan sekitar Rp 35 triliun.

 

PT Pelindo II (Persero) akan memulai pembangunan proyek Pelabuhan Kijing di Provinsi Kalimantan Barat. Penandatanganan perjanjian konsesinya sudah diteken dengan Kementerian Perhubungan hari ini, Kamis (12/7).

Dengan konsesi tersebut, Pelindo II dapat segera mengantongi izin pembangunannya sehingga Badan Usaha Milik Negara tersebut dapat memulai pekerjaan tiang pancang di darat dan laut. Hal ini menyusul seremoni pencanangan yang dilakukan April lalu.

Direktur Utama Pelindo II Elvyn G. Masassya mengatakan konsesi yang didapat Pelindo II selama 69 tahun. Pembangunan akan segera dilakukan untuk mengejar target beroperasinya terminal multi purpose dengan kapasitas 500 ribu TEUs itu. “Bisa diselesaikan untuk tahap awalnya akhir 2019,” kata Elvyn di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (12/7).

Advertisement

Dalam proyek ini, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk akan menjadi kontraktor proyek dengan nilai Rp 2,7 triliun. Dana tersebut bagian dari total biaya yang dibutuhkan untuk membangun tahap awal Pelabuhan Kijing yang mencapai Rp 3,5 triliun.

Sedangkan untuk menyelesaikan keseluruhan proyek, dana yang dibutuhkan hingga Rp 14 triliun. “Sebagai korporasi kami berharap terminal Kijing memberikan return yang positif,” ujar Elvyn. (Baca juga: Anak Usaha Pelindo II Lepas 28% Saham ke Publik).

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan perjanjian tersebut menjadi model pengembangan infrastruktur di institusinya. Nantinya, swasta dan BUMN akan mengelola transportasi dengan menjadi operator. Kolaborasi ini penting untuk memaksimalkan pembiayaan negara ke wilayah yang keterjangkauannya lebih jauh.

Karena itu, dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kemenhub akan digunakan untuk membangun infrastruktur transportasi di wilayah lain. “Terutama membangun konektivitas danau dan sungai yang belum maksimal,” ujarnya.

(Baca pula: Pelabuhan Patimban Siap Dibangun Akhir Bulan Ini).

Budi menilai Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi dengan masa depan cerah. Apalagi, saat ini Pelabuhan Pontianak sudah tidak ideal lagi sebagai pelabuhan utama di provinsi tersebut. Mimpinya, Pelabuhan Kijing menjadi pelabuhan besar yang terkoneksi secara internasional.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait