Moeldoko Ungkap Alasan Jokowi Hadir di Konvensi Migas IPA ke-42

Kebutuhan minyak di Indonesia terus bertambah besar sementara minat pelaku usaha untuk berinvestasi di hulu migas menurun.
Ameidyo Daud Nasution
11 Mei 2018, 14:57
Presiden Jokowi
Katadata
Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Indonesian Petroleum Association Convention & Exhibition (IPA Convex 2018) ke-42 di Jakarta convention Centre, Jakarta (2/5/2018).

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menjelaskan Presiden Joko Widodo memiliki alasan tersendiri mengapa hadir pada pembukaan konvensi Indonesian Petroleum Association (IPA). Menurut mantan Panglima TNI tersebut, kehadiran Jokowi untuk memotivasi perusahaan minyak dan gas bumi terus melanjutkan eksplorasi dan eksploitasi.

Jokowi memahami harga minyak dunia sempat turun dan mempengaruhi minat investasi perusahaan. Padahal, kebutuhan minyak di Indonesia terus bertambah besar. Oleh sebab itu Presiden memutuskan untuk datang setelah tiga tahun perhelatan sebelumnya absen.

“Presiden memberi motivasi kepada IPA untuk partisipasi dalam eksplorasi dan eksploitasi,” kata Moeldoko di kantornya, Jakarta, Jumat (11/5).  (Baca: Bangkitkan Optimisme, Jokowi Pertama Kali Buka Pertemuan Pelaku Migas).

Dia juga mengatakan belum lama ini menerima perwakilan Chevron Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, perusahaan minyak asal Amerika Serikat itu menyampaikan situasi investasi saat ini serta bagaimana ke depannya. Namun Moeldoko tidak menjelaskan detail hasil pertemuannya.

Advertisement

Dalam pembukaan konvensi IPA, Jokowi sempat menyinggung peran pemerintah terhadap masalah sektor hulu migas. Pemerintah sudah berupaya agar sektor ini semakin menarik bagi investor, seperti dengan memangkas perizinan di sektor migas. Apabila masih ada masalah perizinan yang mengganjal, ia meminta dapat dibicarakan di forum IPA tersebut.

Bahkan, jika ada perizinan yang sulit disederhanakan, Jokowi siap menampung secara langsung masukan dari pelaku industri. “Tolong sampaikan ke menteri. Kalau menteri tak sanggup, sampaikan ke saya,” kata Jokowi saat membuka Konvensi dan Pameran IPA ke-42 Tahun 2018 (IPA Convex 2018) pada Rabu pekan lalu.

Usulan Penyederhanaan Izin Hulu Migas
Usulan Penyederhanaan Izin Hulu Migas (SKK Migas)

Mantan Wali Kota Solo ini juga meminta masukan kepada kontraktor mengenai skema kontrak bagi hasil gross split. Skema ini baru diterapkan tahun lalu menggantikan kontrak bagi hasil yang menggunakan cost recovery (penggantian biaya operasional).

Menurut Jokowi, kontraktor migas bisa  memberikan masukan apa saja yang harus diperbaiki dari skema itu. “Termasuk gross split, apa yang harus dibenahi di situ,” kata dia. (Baca: Jokowi: Kalau Ada Aturan Migas yang Menghambat, Lapor Saya).

Presiden IPA Ronald Gunawan mengatakan tema “Driving Indonesia’s Oil and Gas Global Competitiveness” dipilih lantaran mempertimbangkan kondisi produksi sektor hulu migas Indonesia yang terus menurun sehingga membutuhkan cara untuk menarik investasi. “Perlu meningkatkan daya saing Indonesia secara global,” kata Ronald. (Lihat pula: Investor Ungkap Kunci Mendongkrak Iklim Investasi Migas Indonesia).

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait