Luhut Akan Lobi Vatikan untuk Batalkan Larangan CPO Biodiesel ke Eropa

Dimas Jarot Bayu
10 Mei 2018, 10:00
Luhut Binsar Pandjaitan
Katadata
Menteri Koordinator Maritim Luhut Binsar Pandjaitan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan akan bertemu pemerintah Vatikan di Roma pada 15 Mei 2018. Luhut bakal menjelaskan persoalan wacana pelarangan produk kelapa sawit untuk biodiesel di Uni Eropa.

Menurut Luhut, larangan produk kelapa sawit untuk biodiesel di Uni Eropa tak semata berdampak pada persoalan ekonomi. Hal ini juga berkaitan dengan masalah kemiskinan, kemanusiaan, dan keadilan. (Baca juga: Atasi Hambatan Ekspor,Gapki Minta Pemerintah Perkuat Perjanjian Dagang).

Alasan dia, lebih dari 41 persen produk kelapa sawit dimiliki oleh masyarakat. Karenanya, pelarangan produk kelapa sawit dapat menghambat pengentasan kemiskinan. “Yang akan kami tekankan di situ,” kata Luhut di kantornya, Jakarta, Rabu (9/5).

Sebaliknya, guna mendorong pengentasan kemiskinan seharusnya dilakukan peningkatan produktivitas kelapa sawit. Dan untuk itu, pemerintah menargetkan produksi komoditas ini naik dari 1,8 ton per hektare menjadi enam ton per hektare.

Pemerintah pun ingin menjaga agar harga ekspor produk kelapa sawit sebesar US$ 800-850 per ton. “Sehingga rakyat kita yang berapa juta orang itu bisa menikmati lebih baik lagi hasilnya,” kata Luhut. (Baca pula: Pemerintah Melunak Soal Wacana Penghentian Pembelian Pesawat dari UE).

Melalui pendekatan tersebut, Luhut berharap Uni Eropa dapat mempertimbangkan untuk menarik wacana pelarangan minyak sawit bagi biodiesel dalam pertemuan nanti. Perwakilan dari berbagai negara anggota Uni Eropa akan hadir dalam pertemuan di Roma itu. “Kira-kira seratus orang yang akan hadir dalam seminar itu,” kata Luhut.

Selain Indonesia, Malaysia dan Kolombia juga akan menghadiri pertemuan dengan pemerintah Vatikan. Duta Besar Kolombia untuk Indonesia Jose Renato Salazar Acosta mengatakan, Kolombia mengikuti pertemuan tersebut lantaran menjadi produsen kelapa sawit nomor empat di dunia. Setiap tahunnya, Kolombia memproduksi 1,28 juta ton minyak kelapa sawit per tahun.

Jose menuturkan, dalam pertemuan tersebut ketiga negara akan menyampaikan mengenai pengembangan minyak kelapa sawit keberlanjutan. Indonesia, Malaysia, dan Kolombia berencana untuk mendeklarasikan sikap mereka atas wacana pelarangan produk kelapa sawit untuk biodiesel di Uni Eropa. “Mereka akan memberikan informasi soal itu dalam pertemuan di Roma dan ada banyak perkembangan soal hal tersebut,” kata Jose.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait