Cari Rp 5,1 Triliun, Waskita Lepas Saham Anak Usaha

“Kami butuh dana banyak untuk tol, untuk mengecor. Kontraknya tender semua, jadi kami butuh dana luar biasa.”
Miftah Ardhian
8 September 2016, 11:00
Waskita
Arief Kamaludin|KATADATA
Waskita KATADATA|Arief Kamaludin

PT Waskita Karya berencana melepas saham anak usahanya yakni Waskita Toll Road untuk memperoleh suntikan dana segar Rp 5,1 triliun. Dana tersebut akan digunakan dalam pembiayaan proyek tol yang akan dikerjakan Waskita.

Direktur Utama Waskita M. Choliq mengatakan proses tawar-meawar dengan calon pembeli divestasi saham Waskita Toll Road masih berlangsung. Targetnya, negosiasi tersebut selesai pada September ini. (Baca: Bangun Tol, Waskita dan Jasa Marga Tampung Dana Repatriasi).

Sebelumnya, Waskita mengumumkan akan melepas saham anak usahanya, Waskita Toll Road, sebesar 40 persen. Jumlah tersebut terdiri dari 10,54 miliar lembar saham yang dihargai Rp 490 per lembar saham. Dengan demikian, Choliq berharap memperoleh dana segar Rp 5,1 triliun.

“Kami butuh dana banyak untuk tol, untuk mengecor. Kontraknya tender semua, jadi kami butuh dana luar biasa. Ruas mana saja, semuanya, baik Jawa maupun Sumatera,” kata Choliq saat ditemui di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Jakarta, Rabu, 7 September 2016.

Advertisement

Meskipun demikian, Choliq belum mau menjelaskan siapa saja yang telah mengajukan penawaran untuk membeli saham Waskita Toll Road. Namun, dia tidak membantah bila PT Taspen mengajukan minat. (Baca juga: Pemerintah Akan Ambil Alih Proyek Tol yang Mangkrak).

Ya ada-lah. Bisa dua sampai tiga investor,” ujar Choliq.

Yang jelas, dia menjamin akan dilakukan seleksi ketat dalam memilih calon investor. Sebab, dengan mempertimbangkan kebutuhan dana yang banyak, Waskita akan menjual saham hanya kepada yang berani membayar paling mahal. (Lihat pula: Pemerintah Targetkan Bentuk Dua Holding BUMN Tahun Ini).

Apalagi, pada tahun depan pemerintah tak lagi mengalokasikan dana Penyertaan Modal Negara untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017. Perusahaan BUMN dinilai sudah memiliki kemampuan permodalan mencukupi untuk mencari pendanaan eksternal dan mengembangkan usahanya.

Menteri BUMN Rini Soemarno mencatat beberapa BUMN telah mampu memutar modal untuk mencari pembiayaan baru (leverage). Modal itu sudah dikantongi beberapa perusahaan melalui suntikan PMN sejak 2015. (Baca:Bentuk Holding, Jokowi: 2019 Nilai Investasi BUMN Rp 764 Triliun)

Menurut Rini, perusahaan BUMN pada 2015 lalu banyak melakukan pembangunan, terutama menggarap proyek infrastruktur. Untuk proyek tol, misalnya, BUMN menyelesaikan pembangunan ruas sepanjang 1.200 kilometer sejak 2015.

 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait