Pertamina Cari Kandidat Bos Pertagas Pengganti Hendra Jaya

Miftah Ardhian
5 September 2016, 16:30
Pertamina
Donang Wahyu|KATADATA
Pertamina

Masa kerja Hendra Jaya sebagai Presiden Direktur PT Pertamina Gas (Pertagas), anak usaha PT Pertamina, sudah usai. Rapat Umum Pemegang Saham pada 31 Agustus 2016 memutuskan tidak memperpanjang jabatannya.

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro membenarkan penghentian Hendra Jaya dari bos Pertagas. Hendra dicopot murni karena masa jabatannya telah habis. (Baca juga: Rini Dorong Percepatan Holding BUMN untuk Tekan Harga Gas).

“Dia (Hendra) sejak 31 Agustus sudah berakhir masa kontraknya. Kalau setau saya, memang kontraknya sampai 31 Agustus dan tidak diperpanjang,” kata Wianda saat dihubungi, Jakarta, Senin, 5 September 2016. 

Namun Wianda enggan menjelaskan alasan di balik keputusan Rapat Umum Pemegang Saham yang tak memperpanjang jabatan Hendra. Yang pasti, sampai saat ini Pertamina masih mencari calon penggantinya.

“Saya belum cek. Mustinya ada. Biasanya seorang Dirut kalau sudah selesai maka langsung disiapkan. Bisa tiga sampai empat calon biasanya. Dan itu mungkin lagi proses,” ujar Wianda. (Baca pula: Kementerian BUMN Pastikan PGN Akuisisi Pertagas).

Dia hanya menegaskan pencopotan Hendra tidak ada sangkut pautnya dengan rencana pembentukan induk usaha (holding) migas oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Alasan Wianda, prosesnya berjalan berbeda. Apalagi tidak ada entitas perusahaan yang berubah.

Peraturan Pemerintah (PP)-nya juga belum keluar. Jadi sekarang kita masih dalam tahap persiapan,” ujar Wianda.

Hingga kini, pemerintah masih mematangkan pembentukan holding BUMN bidang migas. Rencananya, PT Pertamina didapuk sebagai induk usaha, sedangkan PT Perusahaan Gas Negara dan PT Pertamina Gas menjadi anak usahanya. (Baca: Tolak Holding Migas, Serikat Pekerja PGN Dukung Holding Energi).

Skemanya, PGN akan mengakuisisi seluruh saham Pertagas agar tidak ada tumpang tindih dalam pembangunan jaringan gas. Setelah itu, Pertamina akan menguasai PGN. “Saham Pertagas akan diberikan ke PGN,” kata Deputi bidang Usaha Energi, Logistik, dan Kawasan Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah beberapa waktu lalu.

Hendra Jaya menjabat Presiden Direktur Pertamina Gas sejak 30 Agustus 2013. Sebelumnya, lulusan Institut Teknologi Bandung itu menjabat Direktur Utama PT Nusantara Regas dan Manajer Umum Joint Operating Pertamina-Medco Tomori, PSC Indonesia dari SenoroToili Block.

Namanya sudah tidak asing di sektor minyak dan gas. Dia meniti karir di Pertamina sebagai eksploitasi insinyur dengan pengalaman selama 20 tahun bersama dengan Pertamina EP.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait