Pemerintah Bangun Terowongan Pertama di Surabaya Tahun Depan

“Underpass ini hasil evaluasi. Sebelumnya kami berencana membangun flyover.”
Ameidyo Daud Nasution
23 Agustus 2016, 09:49
No image
Aktifitas pekerja melakukan pengecoran dinding stasiun bawah tanah MRT Jakarta di Kawasan MH Thamrin, Jakarta, Jumat, (29/08). Tahapan pengecoran atau yang disebut D-Wall (Diaphragm Wall), adalah tahap paling kritis dan krusial karena berfungsi sebagai st

Pemerintah akan membangun jalur bawah pertama di Kota Surabaya pada 2017. Kepala Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Yudi Widargo mengatakan underpass ini berada di Jalan Ahmad Yani.

Menurut Yudi, pembangunan underpass dimulai dari seberang kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, atau sebelum lampu merah Jemursari. Harapannya, kemacetan di Bundaran Dolog arah Sidoarjo dapat terurai. (Baca: Pinjaman Cina Diteken, Proyek Tol Cisumdawu dan Mando Berjalan).

Pembangunan terowongan pertama tersebut menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara senilai Rp 273 miliar. Angka ini sudah berkurang dari perubahan desain underpass sebelumnya yang memakan biaya Rp 350 miliar.

Underpass ini hasil evaluasi,” kata Yudi dalam keterangan resminya, Selasa, 23 Agustus 2016. “Sebelumnya kami berencana membangun flyover.” (Baca: Investor Jepang dan Eropa Minati Proyek MRT Jakarta Timur-Barat).

Advertisement

Dalam desain perbaikan tersebut, panjang terowongan dirancang 860 meter yang terdiri dari dua jalur serta memiliki kedalaman delapan meter. Pekerjaan konstruksi diperkirakan memakan waktu 2,5 tahun terhitung dari dimulainya proyek.

Mengingat infrastruktur ini dirasa cukup vital, Yudi berharap proyek tersebut tidak terkena pemotongan anggaran. Sebab, dana pembangunan infrastruktur di Kota Surabaya pada proyek lainnya telah terpotongan. Misalnya, anggaran pembangunan jalur trem Surabaya sebesar Rp 130 miliar dialihkan ke 2017.

“Ini bagian dari kontrak tahun jamak. Selain itu ada pula elektrifikasi jalur kereta Solo - Yogyakarta - Kutoarjo sebesar Rp 209 miliar,” kata Ignasius Jonan, Menteri Perhubungan ketika itu. (Baca: 2017, Kementerian PUPR Targetkan Bangun 796 Kilometer Jalan Baru).

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait