Bangun Pembangkit Listrik, PP Bentuk Anak Usaha Energi

PP Energi diproyeksikan melantai di bursa saham. Akan mencari proyek infrastruktur untuk menunjang kinerja anak usahanya.
Ameidyo Daud Nasution
4 Agustus 2016, 09:41
PLTU Suralaya
Arief Kamaludin|KATADATA
PLTU Suralaya.

PT Pembangunan Perumahan akan membentuk anak usaha khusus yang bergerak di bidang energi, PP Energi, pada bulan depan. Hal ini seiring niat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) konstruksi tersebut menggarap sejumlah pembangkit listrik bagian dari proyek 35 ribu megawatt.

Direktur Utama PT PP Tumiyana menjelaskan akan menyelesaikan sejumlah pembangkit baru pada 2019 hingga 2020 dengan kapasitas 4.000 megawatt. Salah satu yang akan diselesaikan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Meulaboh dengan kapasitas 2 x 100 megawatt.

“Bulan depan target kita spin off (PP Energi),” kata Agus usai pemaparan di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu, 3 Agustus 2016. (Baca: Pembangkit Kedua Program 35 GW Resmi Beroperasi).

Tumiyana mengatakan perlu Rp 60 triliun bagi PT PP untuk menyelesaikan mesin sumber listrik berkapasitas total 4.000 megawatt tersebut. Angka itu muncul dari asumsi kebutuhan dana US$ 1,5 juta untuk membangun satu megawatt pembangkit.

Saat ini, beberapa pembangkit yang digarap PP dalam progres pembangunan. Dia memberikan contoh Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Bangka dengan kapasitas 3 x 475 megawatt sudah rampung hingga 80 persen. Ada pula pembangkit listrik di Pontianak yang konstruksinya sudah berjalan 50 persen. “Tahun depan target kami 1.200 megawatt,” ujar Tumiyan.

PT PP juga membuka kemungkinan PP Energi segera melantai di Bursa Efek Indonesia tahun depan. Oleh sebab itu Direktur Keuangan PT PP Agus Purbianto mengatakan akan mencari proyek infrastruktur brownfield untuk menunjang kinerja anak usaha baru tersebut. (Baca: Pembangkit Kedua Program 35 GW Resmi Beroperasi).

Video Pilihan

Artikel Terkait