Luhut Minta Proyek Kereta Cepat dan Bandara Dikebut

Izin pembangunan kereta di Kalimantan juga akan segera dikerjakan. Realisasi percepatan proyek strategis nasional.
Ameidyo Daud Nasution
3 Agustus 2016, 10:33
Kereta Cepat
Arief Kamaludin|KATADATA
Pameran model kereta cepat produksi Cina di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan meminta pekerjaan dan pemberian izin sejumlah proyek perkeretaapian dipercepat. Infrastruktur darat ini dinilai merupakan penunjang konektivitas yang diminta Presiden Joko Widodo.

Hal ini dikatakan Luhut usai rapat dengan sejumlah Menteri yang berada di bawah koordinasinya. Luhut memberikan contoh dua proyek yang harus dipercepat adalah pembangunan kereta api Bandara Soekarno Hatta serta kereta cepat Jakarta - Bandung.

Bahkan, dia meminta agar pada pekan depan sudah ada laporan soal izin pembangunan kereta cepat. “Dilaporkan beberapa hari lagi dan saya minta memang cepat,” kata Luhut usai rapat di kantornya, Jakarta, Selasa, 2 Agustus 2016. (Baca: Wika Setor Modal Awal untuk Kereta Cepat Setelah Lebaran).

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Kordinator Perekonomian Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan permintaan Luhut ditujukan kepada beberapa trase yang pembangunannya terhambat masalah birokrasi. Selain dua jalur kereta tersebut, kata Yudhi, Luhut juga meminta izin pembangunan kereta di Kalimantan dipercepat. (Baca: 139 Proyek Strategis Belum Jalan, Jokowi Panggil Para Menteri).

Dalam Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 Tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional ada dua proyek kereta api di Pulau Kalimantan yang dianggap strategis pelaksanaannya. Pertama, kereta Puruk Cahu - Bangkuang (Kalimantan Tengah). Kedua, pembangunan rel kereta api di Kalimantan Timur.

“Yang saya dengar di rapat sih ruas itu, tapi untuk Kalimantan saya tidak tahu yang mana,” katanya. (Baca: Kemenhub Akan Tambah Izin Pembangunan Kereta Cepat).

Sedangkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tidak menjelaskan langkah teknis yang akan diambil untuk mempercepat perizinan proyek kereta api tersebut. Dia hanya menyatakan akan segera mengkajinya.

Adapun Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) Hanggoro Budi Wiryawan berharap permintaan Luhut akan segera direalisasikan Kementerian Perhubungan menjadi izin pembanguna secara penuh. “Amin. Semoga izin pembangunan keluar,” kata Hanggoro melalui pesan singkatnya kepada Katadata.

Video Pilihan

Artikel Terkait