Kualitas Hidup 41 Kabupaten Masih Rendah

Ameidyo Daud Nasution
16 Juni 2016, 09:22
PNPM Perdesaan
Agung Samosir|KATADATA

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan masih ada 41 kabupaten dan kotamadya yang memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) rendah. Menurut Kepala BPS Suryamin, mayoritas daerah tersebut berada di wilayah Indonesia Timur, terutama Papua.

“Selain 41 tersebut, 12 kota dan kabupaten memiliki IPM sangat tinggi, 132 memiliki indeks tinggi, serta 329 memiliki IPM sedang,” kata Suryamin di kantornya, Jakarta, Rabu, 15 Juni 2016. (Baca: Pendidikan Tingkatan Harapan Hidup).

IPM adalah indeks untuk mengukur tingkat kualitas hidup manusia. Dalam menentukan IPM, BPS menggunakan tiga variabel dasar yakni kesehatan, pendidikan, dan pengeluaran per kapita selama setahun.

Ukuran IPM yang ditetapkan memiliki jangkauan angka 1 hingga 100. Angka IPM sangat tinggi berada di atas 80, tinggi memiliki nilai 70 sampai 80, dan kategori sedang memiliki nilai 60 sampai 70. Sedangkan IPM rendah memiliki nilai di bawah 60. (Baca: UNDP: BI Mesti Bantu Pemerintah Kurangi Pengangguran).

Untuk tingkat provinsi, Suryamin menyebutkan Provinsi DKI Jakarta memiliki IPM paling tinggi yakni 78,99. Sementara DI Yogyakarta berada di tempat kedua dengan nilai 77,59. Sedangkan Kalimantan Timur berada di posisi tiga dengan nilai 74,17.

Dengan ukuran IPM 57,25, Provinsi Papua memiliki indeks kualitas hidup paling rendah se-Indonesia. Suryamin menjelaskan angka ini menandakan provinsi di ujung Timur Indonesia tersebut merupakan satu-satunya wilayah dengan indeks kualitas hidup yang kurang memadai.

Total delapan provinsi memiliki IPM tinggi, 25 provinsi masuk IPM sedang, dan satu yakni Papua masuk IPM rendah,” katanya.

Adapun total nilai IPM Indonesia pada 2015 lalu mencapai 69,55 atau berada di atas target asumsi makro yang ditetapkan pada 2014 yakni 69,40. Angka IPM ini telah meningkat 0,65 poin dari tahun 2014. Jadi, kata Suryamin, Indonesia memiliki indeks kualitas hidup yang masih sedang. (Lihat pula: Kurangi Pengangguran, Jokowi Luncurkan Program Padat Karya).

Kepala BPS Suryamin
Kepala BPS Suryamin
(Arief Kamaludin|KATADATA)

Menurutnya, penentuan IPM diarahkan untuk mencapai sasaran kualitas hidup, mencapai sasaran asumsi makro yang ditetapkan pemerintah dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), serta menentukan Dana Alokasi Umum (DAU) bagi daerah. “Jadi nanti ketahuan kebutuhan anggaran untuk daerah,” katanya.

Dari hasil perhitungan BPS, angka IPM 2015 terdiri dari rata-rata angka harapan hidup sejak lahir di Indonesia mencapai 70,78 tahun dan lama sekolah 7,84 tahun. Adapun harapan lama sekolah 12,55 tahun, serta pengeluaran per kapita dengan menggunakan 96 komoditas dasar mencapai Rp 10.150.000 per kapita.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait