Perusahaan Cina Incar Empat Sektor Investasi di Indonesia

Maria Yuniar Ardhiati
15 Juni 2016, 11:08
pertambangan
pertambangan

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani melakukan pertemuan dengan Kementerian Perdagangan Cina hari ini, termasuk pejabat kota Hangzhou dan lima perusahaan yang berminat menanamkan modal di Indonesia. Ia menyatakan ada beberapa sektor yang diminati para investor Cina.

Menurutnya, dalam pertemuan dengan beberapa perusahaan di Qingdao kemarin, ada empat sektor yang menarik minat para investor. “Yang hadir adalah perusahaan di bidang smelter, electronic appliances, infrastruktur, dan industri minuman,” kata Franky melalui keterangan resmi, Rabu, 15 Juni 2016. Empat bidang usaha tersebut, dia melanjutkan, memang mendapat porsi investasi yang banyak dari Cina.

Ekspansi sejumlah perusahaan Cina untuk pabrik pengolahan dan pemurnian mineral atau smelter mulai terlihat sejak beberapa tahun terakhir, terutama pada 2015. Perusahaan-perusahaan tersebut gencar merealisasikan penanaman modal di beberapa konstruksi perusahaan smelter dengan kepemilikan saham oleh investor Cina. Kemudian dari Qingdao, ada beberapa perusahaan di bidang smelter yang ingin masuk ke Indonesia. (Baca: Tarik Investasi Asing, Kepala BKPM Temui Produsen Film Hollywood).

BKPM juga mencatat ada banyak korporasi yang berminat untuk menanamkan modal di Indonesia dalam sektor electronic appliances dan industri minuman. Kedua sektor ini masuk golongan padat karya dan consumer goods. Menurut Franky, perusahaan di Cina mempertimbangkan biaya tenaga kerja yang kompetitif serta pasar Indonesia yang besar. Namun, pemerintah Indonesia mengingatkan para calon investor untuk mempersiapkan jaringan distribusi yang baik.

Sementara itu, untuk bidang infrastruktur, perusahaan-perusahaan yang masuk dari Cina adalah mereka yang memiliki skala besar. Beberapa di antaranya merupakan badan usaha milik negara dengan belanja modal jumbo. Sejumlah perusahaan Cina yang sudah masuk pada sektor tersebut bergerak di bidang transportasi, listrik, dan pelabuhan.

“Di Qingdao kemarin saya bertemu khusus di antaranya dengan perusahaan pembiayaan infrastruktur, kontraktor, industri pengolahan besi dan baja dasar, serta pelabuhan,” kata Franky. (Baca: BKPM: Program KLIK Percepat 16 Proyek Konstruksi Kawasan Industri)

Cina telah menjadi salah satu sumber investasi utama bagi Indonesia, dengan realisasi penanaman modal yang mencapai US$ 2,6 miliar sejak 2010. Kucuran dana tersebut terutama untuk sektor infrastruktur, industri logam, mesin, dan elektronik. Dalam enam tahun terakhir, komitmen investasi Cina yang terdaftar di BKPM sebesar US$ 52,3 miliar.

Sementara itu selama triwulan pertama 2016, realisasi penanaman modal dari Cina mencapai US$ 464 juta, untuk 339 proyek dengan lebih dari 10 ribu tenaga kerja. Dengan angka investasi ini, Cina menempati peringkat keempat setelah Singapura, Jepang dan Hong Kong. (Baca: BKPM: Lembaga Pemeringkat Nilai Iklim Investasi Indonesia Membaik).

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait