UEFA Bidik Rp 31,2 Triliun dari Piala Eropa

Maria Yuniar Ardhiati
11 Juni 2016, 08:00
EURO 2016
www.uefa.com

Sabtu (11/6) dinihari ini, pertandingan sepakbola untuk memperebutkan Piala Eropa mulai digelar di Prancis. Perhelatan ini akan menjadi yang terbesar dalam sejarah turnamen sepakbola, dengan jumlah tim, pertandingan, serta kota penyelenggara lebih banyak.

Bagi Asosiasi Sepakbola Eropa atau European Football Association (UEFA) sebagai penyelenggara, pesta olahraga ini berarti keuntungan yang lebih banyak. Organisasi tersebut membidik pemasukan € 2 miliar atau sekitar Rp 31,2 triliun. Empat tahun lalu, pendapatan dari Piala Eropa tercatat € 1,4 miliar. Ketika itu, Polandia dan Ukraina menjadi tuan rumah pertandingan bagi 16 tim.

Popularitas kejuaraan di Eropa ini kini menyaingi Piala Dunia. Dengan tim dari 24 negara, tiket bagi penonton hampir terjual habis. Hak siar bagi stasiun-stasiun televisi yang menayangkannya pun bernilai sekitar € 1,05 miliar, atau naik 25 persen dari tahun 2012.

Sementara itu, dana dari sponsor naik 40 persen menjadi € 450 juta. Hal ini disampaikan Direktur Pemasaran UEFA Guy-Laurent Epstein, seperti dilansir Irish Times, Jumat, 10 Juni 2016. Penjualan tiket berkontribusi selebihnya. (Ekonografik: Real Madrid Terkaya 2016).

Real Madrid Terkaya 2016
Real Madrid Terkaya 2016 (Katadata)

Ia memperkirakan jumlah penonton siaran Piala Eropa mencapai 130 juta pada awal masa pertandingan. Jumlah ini diprediksi naik menjadi 300 juta saat pertandingan final di Stade de France, Paris. Sebagai perbandingan, siaran pertandingan futbol Super Bowl 50 pada Februari lalu hanya menjaring 110 juta penonton.

Sekitar tiga per empat pemasukan stasiun televisi kini datang dari Piala Eropa. Meski demikian, hal ini tidak dirasakan Italia dan Spanyol. Epstein menduga melemahnya perekonomian yang menjadi penyebabnya. Sementara itu, pemasukan besar berasal dari Amerika Serikat, Brasil, dan Timur Tengah. Pada Piala Eropa kali ini, ada 2,5 juta lembar tiket yang dijual atau satu juta tiket lebih banyak dari tahun 2012.

Sementara itu, lembaga audit independen Delloitte Global memperkirakan pemasukan dari ajang Piala Eropa ini bahkan bisa mencapai € 27 miliar hingga sepanjang 2016-2017. Jumlah ini mengalami kenaikan € 7 miliar dari tahun 2011-2012. (Ekonografik: Taipan Asia di Klub Utama Eropa).

Taipan Asia di Klub Utama Eropa
Taipan Asia di Klub Utama Eropa (Katadata)

Dalam laporannya, Delloitte menyebutkan mayoritas pertumbuhan datang dari lima liga terbesar. Kelimanya adalah Liga Primer Inggris atau England’s Premier League (EPL), Liga Prancis, Liga Jerman, Liga Italia Seri A, serta La Liga di Spanyol. Seluruh liga tersebut diperkirakan mendulang pemasukan US$ 17 miliar atau 58 persen pendapatan untuk tahun 2016-2017.

Delloitte menyatakan sepakbola dan stasiun televise berbayar sudah saling menguntungkan sejak dua dekade terakhir. Pemasukan dari sepakbola didominasi antara lain oleh siaran pertandingan dan iklan.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait