Operasi Pasar Dinilai Tak Jelas, DPR Panggil Menteri Pertanian

Ameidyo Daud Nasution
6 Juni 2016, 17:52
Pasar Daging
Agung Samosir|KATADATA

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan meminta keterangan Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Perum Bulog. Panggilan tersebut terkait langkah Bulog menggelar operasi pasar untuk menekan harga daging sapi yang dimulai sejak kemarin. 

Wakil Ketua Komisi IV DPR Viva Yoga Maulady meragukan Kementerian Pertanian dan Bulog memiliki stok memadai untuk mengintervensi harga daging di pasaran. Sebab, Bulog dinilai tidak memiliki persediaan selain dengan cara mengimpor. (Baca juga: Amankan Harga, Bulog Akan Borong 23 Ribu Ton Bawang Merah).

Viva khawatir pemerintah hanya melakukan jual beli daging sapi semata. Akibatnya, hanya memunculkan subsidi harga yang dapat hilang begitu saja. “Tidak masalah membantu konsumen, cuma mau sampai berapa hari melakukan ini,” kata Viva di Coffee Veteran, Jakarta, Senin, 6 Juni 2016.

Idealnya, dia melanjutkan, instansi yang melakukan operasi pasar memiliki persediaan untuk menjual dengan harga subsidi. Misalnya, Bulog tepat melakukan operasi pasar pada beras sebab mempunyai timbunan yang banyak.

Sebaliknya, tidak pas bila Bulog menerapkannya pada daging sapi. Apalagi pemerintah berniat menurunkan harga tanpa pasokan yang jelas. Lebih-lebih menetapkam target harga daging dari Rp 120 menjadi 80 ribu per kilogram

Selain itu, pola distribusinya juga dinilai bermasalah. Viva mengatakan titik operasi pasar tidak bisa hanya di Jakarta dan sekitarnya hanya dengan menimbang 60 persen konsumsi daging nasional berada di wilayah ini, tapi mesti digelar secara menyeluruh di Indonesia. “Kalau hanya di Jabodetabek, hanya pencitraan saja itu,” ujarnya.

Hal agak berbeda disampaikan Anton J. Supit. Dalam kesempatan yang sama tersebut, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia ini menyatakan target Presiden Joko Widodo untuk menurunkan harga daging hingga Rp 80 ribu per kilogram menjelang hari raya ‘Idul Fitri masih dimungkinkan. (Baca juga: Kementan dan Bulog Gelar Operasi Pasar Hingga Malam Idul Fitri).

Namun dia menyoroti pendataan pasokan daging banyak salah perhitungan sehingga kebijakan yang diambil kurang tepat sasaran. “Intinya pasar tidak bisa dibohongi. Ada barang, harga turun, tidak ada barang, harga naik,” kata Anton.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait