Sepi Penumpang, Maskapai Pangkas Puluhan Penerbangan

"Penundaan dikarenakan low seasons atau hal-hal lain yang terkait bisnis penerbangan."
Maria Yuniar Ardhiati
24 Mei 2016, 19:09
Bandara Soetta
Donang Wahyu|KATADATA

Sejumlah maskapai mengurangi frekuensi penerbangan hingga akhir bulan ini. Rendahnya penumpang di beberapa rute penerbangan menjadi pangkal masalah. Ada empat maskapai yang melakukan kebijakan ini, yaitu Garuda Indonesia, Citilink, Sriwijaya Air, dan NAM Air.

Total penerbangan yang tidak dioperasikan sementara mencapai 48 rute. “Penundaan dikarenakan low seasons atau hal-hal lain yang terkait bisnis penerbangan,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan, Hemi Pamuraharjo, Selasa, 24 Mei 2016. (Baca: Infrastruktur Penerbangan Tak Mencukupi Lonjakan Penumpang).

Di antara keempat maskapai tersebut, Garuda Indonesia melakukan penundaan terbanyak. Maskapai berpelat merah ini untuk periode waktu tertentu hingga akhir Mei tidak mengudara pergi-pulang (PP) Jakarta - Bengkulu, Jakarta - Surabaya, Jakarta - Balikpapan, Jakarta - Solo, Jakarta - Palangkaraya, dan Makassar - Bau Bau. Aa pula rute Jakarta - Ambon, Jakarta - Batam, Surabaya - Bandung, Makassar-Mamuju, Surabaya-Banjarmasin, Makassar - Luwuk, Jakarta - Bengkulu, serta Surabaya - Banjarmasin.

Pengurangan rute ditempuh maskapai sebagai strategi bisnis saat jumlah penumpang maupun kargo tidak memenuhi target minimal. “Garuda Indonesia mengalihkan rute yang dinilai tidak menguntungkan ke rute lainnya untuk memaksimalkan pemasukan,” kata Vice President Corporate Communication Garuda Indonesia Benny Butarbutar.

Citilink yang pernah menjadi anak usaha Garuda Indonesia juga mengambil opsi serupa selama low season atau musim sepi penumpang. Sejak 22 April hingga 15 Juni 2016, maskapai tersebut tidak mengoperasikan rute PP Halim Perdanakusuma – Padang. (Lihat Ekonografik: Soekarno Hatta Siap Saingi Changi dan KLIA).

Sementara itu, Sriwijaya Air menunda penerbangan untuk rute PP Kupang - Surabaya, Jakarta - Surabaya, dan Jakarta - Solo. Begitu pula dengan rute Ujungpandang - Merauke, Batam - Bandar Lampung, Jakarta - Batam, serta Balikpapan - Tarakan.

“Kami hanya mengurangi frekuensi, tetapi rute tersebut masih eksis,” ujar Senior Corporate Communication Manager Sriwijaya Air Agus Soedjono kepada Katadata, Senin, 23 Mei 2016.

Maskapai penerbangan ini pun mengalihkan penerbangan. Untuk rute Jakarta - Pekanbaru, penerbangan dipindahkan melalui Medan. Rute Jakarta - Pontianak yang sebelumnya dioperasikan oleh Sriwijaya Air pun selama low season diisi oleh NAM Air, anak perusahaannya.

Biarpun demikian, NAM Air juga menunda sejumlah rute penerbangannya. Beberapa di antaranya adalah Sorong - Timika, Jakarta - Semarang, serta Jakarta - Palembang. (Baca: Hadapi Masa Sulit, Garuda Indonesia Tunda Pembelian Pesawat).

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait