Pemerintah Kebut Perbaikan Jalan Menjelang Lebaran

Ameidyo Daud Nasution
11 Mei 2016, 15:55
Tol Cipularang Jawa Barat.
Ahmad Yunus|KATADATA
Kendaraan melintas di ruas tol Cipularang Jawa Barat.

 

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat segera merampungkan perbaikan jalan nasional di seluruh Indonesia pada H-30 Lebaran atau awal Juni mendatang. Perbaikan dilakukan untuk menunjang kelancaran puncak arus mudik Lebaran yang jatuh pada pekan pertama Juli.

Hingga saat ini masih ada lima persen dari 47 ribu kilometer jalan nasional dalam kondisi rusak. “Lima persen itu kerusakan, sisanya kami lakukan pemeliharaan,” kata Kasubdit Standar dan Pedoman Preservasi Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga Atyanto Busono usai Sarasehan Transportasi di Balai Kartini, Jakarta, Rabu, 11 Mei 2016.

Namun dia belum bisa memberitahu berapa porsi anggaran pemeliharaan Bina Marga untuk perbaikan jalan. “Yang pasti hitungannya Rp 20 miliar untuk tiap 100 kilometer. Untuk total anggaran pemeliharaan mencapai Rp 18 triliun,” katanya. (Baca juga: Pemerintah Bentengi 225 Proyek Infrastruktur dari Kriminalisasi).

Atyanto juga memperkirakan beban jalan nasional Pantai Utara Pulau Jawa yang sejajar dengan jalan tol akan berkurang tinggal menampung 30 persen kendaraan. Pada musim lebaran itu, sebagian pengendara mobil diperkirakan memanfaatkan jalur bebas hambatan.

Namun Kementerian tetap menyiapkan antisipasi seandainya kemacetan parah terjadi di ruas tol. “Sepanjang tahun kami siapkan mengingat tol sekarang diperpanjang hingga Brebes Timur,” katanya.

Di sisi lain, Atyanto mengeluhkan rencana pemotongan anggaran di Bina Marga. Berkurangnya dana akan menghambat perbaikan jalan-jalan besar. Dengan anggaran yang mengecil, Bina Marga mesti bekerja keras untuk mengejar rasio kemantapan jalan nasional sebesar 98 persen pada 2019 dari saat ini yang masih 89 persen.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Taufik Widjojono menyatakan siap memangkas anggaran Rp 5,7 triliun. Nilai tersebut lebih rendah dari rencana pemerintah yang akan memotong dana Kementerian Pekerjaan Umum sebesar Rp 8,4 triliun. (Lihat pula: Bina Marga Akan Tambah Anggaran Jalan Trans Papua).

Taufik mengatakan sudah memperhitungkan potensi yang bisa dipangkas. Kalkulasi tersebut dilakukan dengan menyisir sejumlah proyek yang proses lelangnya belum selesai pada kuartal pertama 2016.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait