Tingkatkan Daya Saing, Kementerian BUMN Libatkan Perguruan Tinggi

Salah satu program kerja sama berupa pengkajian untuk melakukan hilirisasi bahan baku.
Miftah Ardhian
9 Mei 2016, 14:12
Menteri BUMN Rini Soemarno
Arief Kamaludin|KATADATA

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Universitas Padjajaran meluncurkan program Unpad-BUMN Center of Excellence (Unpad-BCE). Program ini merupakan sinergi untuk melakukan kerja sama pembelajaran dan pengkajian dalam pengembangan badan usaha negara.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan kerja sama ini harus dapat menginspirasi, mendorong inovasi, dan memberikan pemikiran strategis untuk meningkatkan daya saing BUMN di kancah global. Mahasiswa Universitas Padjajaran pun akan memiliki program magang di perusahan pelat merah.

Tujuan akhirnya, kualitas Sumber Daya Manusia di lingkungan BUMN dan mahasiswa meningkat. “Jadi ini betul-betul sarana untuk bertukar pikiran, lalu untuk mengasah kemampuan BUMN dan mahasiswa,” kata Rini di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin, 9 Mei 2016. (Baca: Pemerintah Yakin Sinergi BUMN Mampu Menghadapi MEA).

Rini mencontohkan kerja sama ini bisa berupa pengkajian bersama untuk melakukan hilirisasi bahan baku. Selama ini, bahan baku tersebut langsung di ekspor keluar negeri tanpa menghasilkan nilai tambah. Contohnya yakni hasil tambang nikel. Program sinergi tersebut akan memformulakan apa yang bisa dilakukan untuk memperoleh nilai lebih dari bahan baku tersebut.

Rektor Universitas Padjajaran Tri Hanggono Achmad mengatakan setidaknya ada tiga aspek yang dibutuhkan BUMN saat ini: pengkajian, pengembangan SDM, dan kolaborasi. Tiga aspek tersebut yang mendorong pendirian program Unpad-BCE. “Ini dilakukan untuk memberikan kontribusi bagi bangsa. Mengingat tantangan global semakin kompleks,” ujar Tri.

Sementara itu, Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir menyatakan akan terus mendorong berjalannya program ini. Peran kementeriannya terkait pengembangan riset. Pada saat pengembangan, harus ada aturan yang menopangnya. “Banyak riset yang tidak jalan karena regulasi belum mendukung,” kata Nasir. (Baca:Hadapi Pasar Bebas, Pemerintah Genjot Keterampilan Pekerja).

Menurutnya, pendirian Unpad-BCE ini penting untuk penguatan kelembagaan perusahaan negara. Karena itu butuh keterlibatan banyak pihak, salah satunya peran akademisi guna menyelesaikan berbagai permasalahan melalui sudut pandang keilmuan. Unpad-BCE juga merupakan wujud skema kerja sama Pentahelix yang dilaksanakan Unpad.

Pentahelix merupakan kolaborasi yang melibatkan lima unsur yaitu pemerintah, akademisi, bisnis, komunitas, dan media. Kerja sama Pentahelix ini dilaksanakan untuk memberikan dampak pembangunan kepada masyarakat, serta membangun kerja sama interdependensi dengan berbagai pihak. (Baca juga: Mempekerjakan Pembantu Asing, Majikan Disanksi Rp 400 Juta).

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait