Pemerintah: Pusat Logistik Akan Pangkas Dwelling Time

Konsep ini akan mirip dengan supermarket besar yang beroperasi 24 jam.
Muchamad Nafi
4 April 2016, 19:55
Pusat Logistik Berikat
Arief Kamaludin|KATADATA
Keberadaan PLB merupakan realisasi dari Paket Kebijakan Ekonomi jilid II yang diharapkan dapat menurunkan biaya logistik nasional, mempercepat waktu bongkar muat (dwelling time) di pelabuhan serta menarik investasi untuk pertumbuhan ekonomi nasional.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan menyatakan waktu tunggu bongkar muat di pelabuhan atau dwelling time akan berkurang berkat hadirnya Pusat Logistik Berikat (PLB). Bahkan, Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi yakin angka dwelling time bisa ditekan hingga hanya dua hari apabila fasilitas logistik tersebut dapat dimaksimalkan di seluruh daerah.

Menurutnya, apabila seluruh badan usaha menggunakan PLB, proses pemeriksaan barang yang sedianya dilakukan Bea dan Cukai di pelabuhan secara otomatis akan berpindah ke PLB. Hal ini akan mengurangi aktivitas di pelabuhan karena tinggal bongkar muat saja. “Kalau mengacu itu, harusnya bisa ditekan maksimal dua hari, jadi semua barang bisa stop and go,” kata Heru dalam dialog di Badan Koordinasi Penanaman Modal, Jakarta, Senin, 4 April 2016.

Untuk mendukung penurunan biaya logistik tersebut, Heru meminta badan usaha berinisiatif membuat pusat logistik di setiap kawasan industri. Konsep ini akan mirip dengan supermarket besar yang beroperasi 24 jam. Sebab, sebenarnya urusan logistik tidak mengenal jam kerja. (Baca: Rizal Ramli: Dwelling Time Indonesia Tak Bisa Menandingi Singapura).

Pada kesempatan yang sama, Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan proses ekspor dan impor Indonesia saat ini belum dapat bersaing dengan negara tetangga semodel Singapura dan Vietnam. Proses dwelling time hanya memakan waktu sehari di Vietnam dan dua hari di Singapura. Oleh sebab itu Franky melihat PLB akan sangat penting untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat logistik regional dan nasional.

Dwelling time merupakan maslah yang terus dipantau oleh Presiden Joko Widodo. Dia mengatakan belum puas dengan waktu tunggu bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok yang hanya mencapai 4,7 hari. Karenanya, Jokowi menargetkan pada April ini dwelling time harus mencapai tiga hari. Jika target tersebut tidak tercapai, pejabat yang bertanggung jawab bakal dicopot.

“(Dulu) saya beri waktu enam bulan di bawah lima hari. Saya tunggu enam bulan tidak gerak, akhirnya ada menteri saya copot. Saya perintahkan lagi 4,7 hari. Oke (sekarang) di bawah lima hari, tapi belum puas,” kata Jokowi. (Baca: April, Jokowi Targetkan Bongkar Muat Pelabuhan Priok 3 Hari).

Kontributor: Ameidyo Daud

Reporter: Ameidyo Daud Nasution

Video Pilihan

Artikel Terkait