Gempa Mentawai Tidak Ganggu Investasi

Muchamad Nafi
3 Maret 2016, 14:27
Proses Reklamasi Pantai Kampung Nelayan Palu
Muchamad Nafi | Katadata

KATADATA -Indonesia dilanda bencana lagi. Gempa besar kembali menyapu Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Meski demikian, Badan Koordinasi Penanaman Modal menyatakan tidak mendapat respons negatif terhadap rencana investasi akibat dari Gempa yang terjadi di Kepulauan Mentawai tersebut.

Deputi bidang Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Ahzar Lubis mengatakan kegiatan investasi di daerah tersebut tidak mengalami masalah cukup signifikan. “Ini tidak terjadi setiap hari. Tidak ada yang terganggu,” kata Ahzar saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis, 3 Maret 2016.

Hingga kini belum ada respons negatif dari investor yang menanamkan modalnya di daerah tersebut. Ahzar menyebutkan proses investasi masih berjalan dengan normal. Untuk memastikan hal tersebut, BKPM akan turun ke lokasi untuk mengecek roda investasi di daerah tersebut. (Baca juga: 59 Proyek Investasi Rampung, Impor Bisa Susut US$ 453 Juta Setahun).

Ahzar menilai tak adanya pengaruh signifikan karena tidak langsung berimbas terhadap mayoritas investasi. Misalnya, investasi bidang kelapa sawit, bencana alam ini tidak mengganggu kegiatan bisnisnya. “Kalau ada gempa, kelapa sawit tetap hidup,” ujar Ahzar.

Dalam catatannya, ada beberapa investasi yang ditanamkan di daerah tersebut. Selain kelapa sawit, ada penanaman modal di bidang pengolahan minyak sawit mentah (CPO), pembangkit listrik, dan pengembangan Semen Padang. Secara keseluruhan, investasi tersebut tidak terganggu. Namun, saat gempa terjadi, pembangkit listrik memang sempat dimatikan sesuai prosedur. (Lihat juga: Pajak Investasi Real Estate Dipangkas Jauh di Bawah Singapura).

Seperti diketahui, Rabu malam, 2 Maret 2016, sekitar pukul 19.49 WIB, terjadi gempa bumi dengan kekuatan 7,8 skala Ritcher yang melanda Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Badan Metorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat menyatakan gempa ini berpotensi menimbulkan tsunami. Namun, dua setengah jam kemudian peringatan tersebut dicabut. Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan rumah sebagai dampak dari gempa bumi tersebut.

Reporter: Miftah Ardhian
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait