Menteri Sudirman Sudahi Pembahasan Kontrak Freeport

"Pokoknya, sampai ditata ulang minerba, tidak akan ada pembicaraan."
Muchamad Nafi
29 Oktober 2015, 18:02
No image
Menteri ESDM, Sudirman Said

KATADATA - Setelah membuat catatan tentang lawatan Presiden Joko Widodo ke Amerika yang beredar luas di sejumlah media, Sudirman Said mengungkapkan satu topik yang sempat menjadi kontroversi dalam minggu-minggu terakhir ini. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu menyatakan pembicaraan perpanjangan Kontrak Karya PT Freeport Indonesia untuk sementara sudah selesai.

Menurutnya, persoalan tersebut semestinya telah usai setelah kementeriannya mengirimkan surat mengenai penataan regulasi di industri mineral dan batubara di Indonesia. "Dengan surat yang kami keluarkan, selesai," kata Sudirman, sebagaimana dikutip Kantor Berita Antara, dalam penerbangan dari Amsterdam ke Abu Dhabi usai kunjungan Presiden Jokowi ke Amerika, Kamis 29 Oktober 2015.

Dalam menjalankan bisnisnya di Indonesia, Freeport membutuhkan jaminan dan kepastian investasi dari pemerintah. Karena itu, ketika bertemu petinggi Freeport McMoran, induk Freeport Indonesia, dalam acara US Chamber of Commerce di Washington DC, Sudirman menegaskan hal tersebut. "Pokoknya, sampai ditata ulang minerba, tidak akan ada pembicaraan," katanya.

Saat ini, Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara merupakan peraturan tertinggi di Indonesia yang memayungi kegiatan sektor minerba. Sejumlah perusahaan tambang merasa keberatan dengan beberapa pasal beleid tersebut. Misalnya, kewajiban membangun pabrik pengolahan dan pemurnian mineral atau smelter. Hal lainnya seperti dinaikakannya jumlah royalti atas berragam jenis mineral. 

040614-Freeport-Grafik2.jpg
040614-Freeport-Grafik2.jpg (KATADATA/)

Selain itu, ada pula Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Usaha Pertambangan. Berdasar peraturan ini, PT. Freeport Indonesia dapat memperpanjang usahanya dua tahun sebelum masa kontrak usai. Artinya, perusahaan tersebut baru bisa menegosiasikan perpanjangan pada 2019 karena kontraknya baru selesai pada 2021.

Walau demikian, Sudirman menyatakan sulit untuk menentukan waktu yang pasti kelarnya pembenahan aturan tersebut. "Dengan surat itu, ketegangan Freeport dengan pemerintah tidak akan ada lagi, tinggal memberi tahu kepada masyarakat Indonesia tentang apa yang terjadi," katanya.

Sudirman menambahkan, dalam satu hingga dua pekan ke depan akan ke Timika untuk meresmikan tambang bawah tanah hasil kerja sama Freeport dengan 10 badan usaha negara. BUMN yang dilibatkan di antaranya PT Krakatau Steel untuk mensuplai besi. Juga, BUMN lain untuk menyediakan batubara, timah, dan BBM. Termasuk PT Pindad untuk mensuplai alat berat.

Karena itu, Sudirman mengimbau pihak-pihak yang tidak memahami persoalan Freeport berhenti memperkeruh situasi. Dia meminta agar bersama-sama memahami keadaan yang sebenarnya. 

Tak secara gambalang siapa yang ia tunjuk sebagai pihak yang memperkeruh. Yang jelas, masalah ini menyeruak, di antaranya, setelah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli tak hanya sekali membicarakan Freeport. Terakhir ketika Rizal hadir dalam Rembug Nasional Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-JK, di Balai Sarwono, Jeruk Purut, Kemang, Jakarta Selatan, Selasa pekan lalu.

Dalam kesempatan itu, dia kembali menolak rencana perpanjangan Kontrak Karya Freeport di Grasberg, Papua. Rizal juga berharap royalti emas Freeport naik dari satu persen menjadi enam hingga tujuh persen. "Soal Freeport, Presiden jelas perintahnya. Menterinya saja yang nggak nangkep," ujarnya. Hal ini merupakan salah satu puncak polemik antara Rizal Ramli dan Sudirman Said. Ketegangan itu juga terlihat tatkala Sudirman hampir tak pernah menghadiri rapat-rapat yang digelar Rizal.  

Imbasnya, publik pun ramai membicarakannya. Lebih-lebih, ketika tersiar kabar bahwa Presiden Jokowi, juga Sudirman Said, akan bertemu bos Freeport di sela lawatannya ke Amerika. Untuk meredam hiruk-pikuk ini, Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan tidak ada agenda tersebut. “Menteri ESDM Sudirman Said tidak jadi berangkat, jadi tidak ada spekulasi mengenai Freeport,” kata Pramono, sebagaimana dikutip situs.setkab.go.id, ketika mengantar Presiden Jokowi di Bandara Halim Perdanakusumah.

Faktanya tidaklah demikian. Sudirman tetap terbang ke Negara Paman Sam tersebut dan bertemu petinggi Freeport, walau minus Jokowi.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait