Menteri Perdagangan Prediksi Ekspor Turun 14 Persen

Pasar ekspor nontradisional akan diperluas.
Muchamad Nafi
21 Oktober 2015, 16:22
Menteri Perdagangan Thomas Lembong
Katadata | Arief Kamaludin
Menteri Perdagangan Thomas Lembong

KATADATA - KATADATA - Menteri Perdagangan Thomas Lembong mengatakan target ekspor pada 2015 ini akan turun 14 persen dari tahun lalu. Hal ini dipicu oleh kontraksi ekonomi secara signifikan di beberapa negara mitra dagang Indonesia sehingga ekspor menurun.

Di sisi lain, Lembong memperkirakan kontraksi ekonomi juga menyebabkan impor turun 17 persen. Dampaknya, neraca perdagangan diperkirakan tetap surplus hingga akhir tahun ini.

Bila asumsi tersebut benar, ekspor tahun ini akan lebih rendah dari 2014 yang mencapai US$ 176,2 miliar. Padahal, ekspor tahun lalu juga sudah lebih kecil dari 2013. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan ekspor pada 2014 turun 3,43 persen dari tahun 2013 sebesar US$ 182,5 miliar. "Ini tahun di mana ekspor dan impor menurun. Kita tetap mengalami trade surplus," kata Lembong di JIexpo, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2015.

Dia juga mengoreksi target pertumbuhan ekspor hingga lima tahun yang dicanangkan pendahulunya, Rachmat Gobel. Pasalnya, saat ini akan lebih bijaksana apabila Kementerian Perdagangan menetapkan target ekspor sesuai yang dibuat oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. "Tahun depan itu kita perkirakan tumbuh 6 hingga 7 persen, 2017 baru kita bisa perkirakan di angka belasan persen," kata Lembong.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Joko Widodo menginstruksikan Lembong dan para Duta Besar untuk mendongkrak ekspor. Caranya dengan memperluas target ke pasar nontradisional untuk mengganti penurunan ekspor dari negara-negara utama tujuan ekspor Indonesia selama ini.

Mayoritas negara tujuan ekspor Indonesia mengalami perlambatan ekonomi. Antara lain Amerika Serikat dan Uni Eropa. Kondisi ini menyebabkan permintaan barang asal Indonesia menurun signifikan. (Baca juga: Ekspor Turun, Belanja Pemerintah Jadi Andalan). 

Biaya EksporBiaya Ekspor.jpg (KATADATA/)

 

Karena itu, Jokowi memerintahkan agar semua pejabat terkait aktif memperlebar pasar ekspor. "Saya tugaskan Menteri Perdagangan dan para duta besar untuk memperluas pasar ekspor non-tradisional karena potensinya ada," kata Jokowi seusai membuka Trade Expo Indonesia 2015.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menyatakan melemahnya ekspor turut menyumbang terhadap pelemahan ekonomi. Menurunnya harga komoditas membuat daya saing ekspor Indonesia juga turun. Padahal, lewat ekspor diharapkan dolar Amerika bisa mengalir masuk ke tanah air sehingga membuat rupiah yang sempat terseok-seok menguat.

Alhasil, pemerintah harus mengambil cara lain untuk mengatasi hal tersebut. Di antara alternatif yang masih tersedia adalah dengan mempercepat pengeluaran pemerintah, terutama untuk pembangunan infrastruktur. “Pemerintah harus ambil langkah-langkah, tidak bisa sekadar menunggu ekspor datang. Oleh karena itu, beberapa proyek besar lagi didorong untuk dipercepat, supaya dana bisa bisa masuk,” ujar dia.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait