Dubai Port Berminta Garap Proyek Tanjung Api-Api

Untuk berinvestasi, Dubai meminta kemudahan dalam mengurus perizinan.
Muchamad Nafi
12 Oktober 2015, 15:19
Kawasan Industri
KATADATA | Arief Kamaludin
Antrean truk pengangkut batu dalam proses konstruksi kawasan industri terintegrasi Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur.

KATADATA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengatakan Dubai Port berminat membangun infrastruktur dan kawasan industri di Tanjung Api-Api, Sumater Selatan. Untuk menunjukkan keseriusannya, investor asal Uni Emirat Arab ini melakukan penjajagan ke Indonesia.

"Hari ini kick off meeting sebagai tindak lanjut dari kunjungan Presiden ke Timur Tengah. Dimulai presentasi Pemda Sumsel kepada Dubai Port Authority Corporation untuk menjajaki kesempatan kerjasama pengembangan kawasan pelabuhan maupun industri," kata Sudirman di Gedung Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2015.

Menurutnya, pertemuan tersebut dihadiri Pemerintah Daerah Sumatera Selatan, Dubai Port, Kementerian Perhubungan, Kementerian Luar Negeri, Badan Perencanaan Pembangunan Nasioanal (Bappenas), dan pelaku industri. Proyek Tanjung Api-Api memang sudah lama direncanakan. Di sana sudah disiapkan kereta api, jalan tol, dan master plan pembangunan.

Proyek Tanjung Api-Api merupakan bagian dari tiga proyek pengembangan kawasan di Jawa dan Sumatera dengan nilai Rp 30,5 triliun. Ketiga proyek yang rencananya digarap pada tahun ini yakni kawasan Merak-Bakauheni, Bandar Lampung- Palembang, dan Tanjung Api-Api (MBBPT).

Dalam mengembangkan kawasan Tanjung Api-Api, Dubai Port berbekal pengalaman sebagai operator infrastruktur pelabuhan, salah satunya Jebel Ali Port. Kawasan industri tersebut sangat modern dan tertata rapi. Kawasan semacam itulah, kata Sudirman, yang ingin dibangun di Indonesia.

"Tapi matching-nya belum ketemu. Jadi fokus mereka dua hari ini pelabuhan dan kawasan industri. Presiden sangat terkesan dan ingin memanfaatkan kemajuan teknologi dan manajemen mereka sebagai mitra," ujar dia. 

Menteri ESDM Sudirman Said
Menteri ESDM Sudirman Said (Arief Kamaludin|KATADATA)

 

Sementara itu, Dubai Port tidak meminta banyak terhadap proyek tersebut. Menurut Sudirman, yang diminta pihak Dubai adalah kemudahan mengurus perizinan. Hanya, Sudirman masih enggan menyebut nilai investasi dari Dubai Port. "Besok mereka akan datang ke Sumsel untuk meninjau lokasi. Ini pembicaraan kedua. Pembicaraan pertama dua-tiga minggu yang lalu," ujar dia.

Sementara itu, Direktur Utama & CEO Medco Energi Lukman Mahfoedz mengatakan Dubai Port tidak perlu ragu berinvestasi di Indonesia. Sebagai perusahaan yang pernah beroperasi di Sumatera Selatan selama 30 tahun, Medco meyakinkan tidak ada masalah yang perlu dikhawatirkan.

"Kami kan salah satu pemain di Sumatera Selatan. Kita berikan kepercayaan bahwa kami ini sudah lama operasi. Kami tidak ada masalah di sana," ujar dia.

Reporter: Arnold Sirait
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait