Pertamina Ekspansi ke Kawasan Ekonomi Khusus Palu

Total investai untuk mengembangkan kawasan ini mencapai Rp 7 triliun.
Muchamad Nafi
8 Oktober 2015, 19:22
Kawasan Industri
KATADATA | Arief Kamaludin
Antrean truk pengangkut batu dalam proses konstruksi kawasan industri terintegrasi Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur.

KATADATA - Sekali lagi, PT Pertamina ikut mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Kali ini, perusahaan pelat merah itu masuk ke KEK di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Targetnya, Pertamina akan mengembangkan infrastruktur gas, ketenagalistrikan, dan energi baru terbarukan.

Direktur Gas, Energi Baru dan Terbarukan PT Pertamina Yenni Andayani mengatakan untuk pembangunan infrastruktur listrik dengan target 330 megawatt membutuhkan gas sebanyak 50 juta kaki kubik per hari (mmscfd). Untuk memenuhinya, gas akan diambil dari kilang Bontang. "Ini sangat dekat dengan Bontang, hanya 400 kilometer," kata Yenni usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pertamina dan Pemerintah Kota Palu di Jakarta, Kamis, 9 Oktober 2015.

Yenni menyebutkan untuk proyek pembangunan listrik akan dilakukan melalui Independent Power Producer (IPP). Realisasi pembangunan kawasan ini ditaksir selesai pada 2019.

Adapun untuk membangun energi baru dan terbarukan, menurut Yenni, terlebih dahulu memanfaatkan gas. Untuk selanjutnya yang akan dikembangkan adalah sel surya mengingat kondisi di daerah tersebut bagus dalam menangkap sinar matahari. Karena itu, direktoratnya akan menggandeng bagian pemasaran untuk membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) baru yang bagian atasnya dilengkapi sel surya.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Palu Mulhanan Tobolotutu menyatakan total investasi yang dibutuhkan dalam mengembangkan Kawasan Khusus ini mencapai Rp 7 trilliun. "Untuk bangun kawasan itu, pemerintah nasional (Dewan Kawasan Nasional) memberi tanggung jawab pada kami untuk menyelesaikan infrastruktur. Sebagian besar akan dikerjakan Pertamina," kata Mulhanan.

Bedasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2014 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Palu, luas lokasi wilayah ini mencapai 1.500 hektare. Sebagian besar sudah dalam penguasaan pemerintah. Namun, proses pembebasan lahannya dilakukan secara bertahap.

Nantinya, Kawasan Ekonomi Khusus ini akan dipilah dalam tiga zona, yakni zona logistik, pengeluaran ekspor, dan industri. Saat ini, kata Mulhanan, pembangunan sudah mulai dikerjakan. Misalnya, sekitar 37 industri mulai dari sektor pengolahan hingga manufaktur sudah dipastikan memanfaatkan lokasi tersebut.

Sebelumnya, pada akhir Maret lalu, Pertamina dan PTPN III bersinergi untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap dengan kapasitas 250 megawatt di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei, Sumatera Utara. Kerja saja tersebut juga bagian dari pengembangan infrastruktur listrik nasional yang ditargetkan mencapai 35 ribu megawatt hingga 2019.

Sumber pasokan gas untuk PLTGU ini dari hasil regasifikasi Liquefied Natural Gas dari fasilitas regasifikasi di Arun. Gas tersebut dialirkan melalui pipa transmisi gas Arun-Belawan dan pipa distribusi gas Belawan-Kawasan Industri Medan-KEK Sei Mangkei. Sebagai operatornya ialah PT Pertamina Gas.

Reporter: Anggita Rezki Amelia
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait