Rencana Peran Baru Sandiaga Uno: Jurkam Gibran dan Bobby

Faktor kedekatan antara Sandiaga, Prabowo Subianto, dan Presiden Jokowi sangat memungkinkan pengusaha muda tersebut menjadi jurkam Gibran.
Merdeka.com
Oleh Merdeka.com
2 Oktober 2020, 13:09
Pengusaha Sandiaga Uno menyampaikan paparannya dalam acara 'Opposition Leaders Economic Forum' di Jakarta, Jumat (13/2/2020). Acara yang juga menghadirkan ekonom Rizal Ramli, Anthony Budiawan, dan pengamat ekonomi Bhima Yudhistira tersebut membahas tema
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra./pd
Pengusaha Sandiaga Uno menyampaikan paparannya dalam acara 'Opposition Leaders Economic Forum' di Jakarta, Jumat (13/2/2020).

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Salahudin Uno akan menjadi juru kampanye (jurkam) untuk pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa (Gibran-Teguh) di Pilkada 2020. Saat ini lobi di tingkat pusat masih dilakukan, agar mantan calon wakil presiden itu bisa berkampanye untuk putra sulung Presiden Joko Widodo.

Kabar Sandiaga akan menjadi juru kampanye untuk pasangan Gibran Teguh, dibenarkan oleh ketua DPC Partai Gerindra Solo Ardianto Kuswinarno. Menurutnya, faktor kedekatan antara Sandiaga, Prabowo Subianto (Ketua DPP Partai Gerindra) dengan Presiden Jokowi sangat memungkinkan pengusaha muda tersebut menjadi jurkam Gibran-Teguh.

"Bang Sandi mau menjadi jurkamnya mas Gibran maupun yang di Medan, mas Bobby. Namun sistem yang mau dipakai itu seperti apa kita belum tahu. Karena ini kan sangat terbatas. Jadi kita kan tidak mungkin menghadirkan di stadion misalnya, tidak mungkin," ujar Ardianto, Jumat (2/10).

Ardianto menyebut, saat ini masih dilakukan lobi-lobi politik di pusat. Apalagi Prabowo Subianto dengan Jokowi mempunyai kedekatan pribadi. Demikian juga antara Prabowo dengan Megawati Soekarnoputri (Ketua DPP  PDIP) juga mempunyai hubungan yang sangat erat.

"Ketum kami dengan Bu Mega sangat dekat sekali. Termasuk Bang Sandi dengan Pak Jokowi juga sangat dekat sekali. Jadi pembicaraannya sudah tingkat tinggi," terangnya.

Artikel ini terbit pertama kali di:
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait