Menkes Budi Peringatkan Corona Varian India Dominasi Sejumlah Daerah

Corona varian India telah menyebar di Jakarta, Kudus, dan Bangkalan. Jokowi meminta vaksinasi dipercepat menjadi 700 ribu suntikan per hari mulai Juni ini dan satu juta pada Juli nanti.
Rizky Alika
14 Juni 2021, 19:15
corona varian india, covid varian india, covid-19, menkes budi, budi gunadi, kudus, bangkalan
ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/rwa.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (tengah) berbincang dengan Kepala Puskesmas Jati Ahmad Muhammad (kanan) saat meninjau penanganan COVID-19 di Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (5/6/2021).

Lonjakan penularan Covid-19 usai perayaan Lebaran makin terlihat. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Corona varian India atau B1617.2 telah menyebar di sejumlah daerah seperti Jakarta, Kudus, dan Bangkalan.

Menurutnya, penularan virus varian India lebih cepat dibandingkan varian lainnya. Namun varian tersebut tidak lebih mematikan. “Memang sudah terkonfirmasi varian deltanya atau B1617.2 atau juga varian dari India mendominasi,” kata Budi di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (14/6).

Untuk itu, pemerintah hendak memastikan vaksinasi berjalan dengan baik. Presiden Joko Widodo sudah meminta vaksinasi dipercepat menjadi 700 ribu suntikan per hari mulai Juni ini.

Selanjutnya, Kepala Negara meminta target vaksinasi ditingkatkan menjadi satu juta penduduk pada Juli mendatang. Untuk itu, Jokowi menugaskan TNI dan Polri mendampingi proses pemberian vaksin virus corona tersebut.

Advertisement

Vaksinasi oleh pemerintah daerah ditargetkan mencapai 600 ribu suntikan. Sementara yang digelar TNI dan Polri sebanyak 400 ribu suntikan per hari. Budi akan memastikan pasokan vaskin tetap terjaga.

Di luar intervensi melalui vaksin, Jokowi meminta jajarannya untuk memastikan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro. Protokol kesehatan diperketat pada area dengan aktivitas membuka masker yang tinggi, seperti tempat makan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pemerintah menemukan sejumlah kasus positif Covid-19 berasal dari varian delta (India) yang memiliki tingkat penularan lebih tinggi. Mengutip dari Antara, setidaknya varian tersebut menyumbang 28 kasus di Kudus.

Pemerintah Kudus pun menutup seluruh objek wisata. Mereka mempersuasi masyarakat agar tetap di rumah mulai hari ini hingga Minggu (20/6).

Sebelumnya, Epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman mengatakan, Indonesia saat ini sedang memasuki masa puncak sampai akhir Juni 2021. Potensi puncak ini didominasi oleh varian alpha yakni B117.

Namun, ia memperkirakan, tidak lama setelah itu, potensi puncak selanjutnya terjadi dan didominasi oleh varian delta atau B.1.617.2. “Ini yang menyebabkan kita berpotensi menjadi seperti India,” ujar Dicky kepada Katadata, Jumat (11/6).

Reporter: Rizky Alika

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait