Jelajah Jalan Raya Pos: Sambal Bu Rudy Tak Redup di Masa Pandemi

Usaha sambal kemasan Bu Rudy yang dimulai dari iseng telah berkembang hingga enam gerai. Tim Jelajah Jalan Raya Pos menyambangi salah satu depotnya.
Image title
16 Agustus 2021, 10:30
Sambal Bu Rudy Surabaya
Muhammad Zaenuddin|Katadata

Sambal Bu Rudy sepertinya tidak asing lagi bagi wisatawan yang berkunjung ke Surabaya. Bahkan, bumbu makanan ini termasuk oleh-oleh khas Ibu Kota Jawa Timur tersebut.

Kemarin merupakan hari kesembilan ketika tim Jelajah Jalan Raya Pos Katadata menyambangi salah satu gerainya di Surabaya. Ini rangkaian perjalanan dari Anyer ke Panarukan untuk napak tilas Jalur Daendels. Meluncur dari Bandung pada hari ketiga, tim telah menyusuri rute yang melewati beberapa daerah seperti Subang, Cirebon, Semarang, dan Rembang.

Berawal dari iseng, kini sambal Bu Rudy sudah memiliki enam gerai. Memanfaatkan olahan cabai, ia menggaji ratusan karyawan dengan cara bekerja sama dengan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk membikin sambal kemasan.

 

Sambal Bu Rudy Surabaya
Sambal Bu Rudy Surabaya (Muhammad Zaenuddin|Katadata)

Depot oleh-oleh yang populer di Kota Surabaya itu berdiri sejak 1995. Hingga saat ini, sambal buatan tangan perempuan asal Madiun, Jawa Timur itu masih diburu oleh wisatawan yang berkunjung maupun warga setempat.

Selain sambal khasnya, perempuan keturunan Tionghoa bernama asli Ie Lanny ini menawarkan oleh-oleh lain. Karena sudah populer dan memiliki ciri khas tersendiri, distribusinya pun telah menjangkau hingga ke luar negeri.

Sambal Bu Rudy Surabaya
Sambal Bu Rudy Surabaya (Muhammad Zaenuddin|Katadata)

 

Kepada Katadata, Bu Rudy menyatakan awal membangun usahanya dari iseng terkait hobi memancingnya. “Kalau dapat ikan akan dibakar, digoreng, atau dimasak sayur lodeh. Sehabis itu mengundang teman-teman untuk manyantap masakannya, ternyata cocok dengan selera mereka, apalagi sambalnya,” katanya di Depot Bu Rudy di Jalan Dahrmahusada, Nomor 104, Surabaya.

Setelah mencicipi sambal tersebut, teman-temannya menyarankan dia untuk menjual sambal. Padahal Bu Rudy mengaku tidak suka memasak. “Jadi cuma pakai feeling saja,” ujarnya. Namun akhirnya dia menanggapi saran para koleganya. Lalu usahanya pun dimulai dari dapur rumahnya.

Sambal Bu Rudy Surabaya
Sambal Bu Rudy Surabaya (Muhammad Zaenuddin|Katadata)

 

Hingga kini ada tiga varian sambal Bu Rudy, yakni sambal udang, sambal bajak, dan sambal ijo. Dari ketiga varian, sambal udang atau sambal kuning menjadi favorit banyak orang. “Misalnya, orang beli sambal udang lima, sambal bajak satu, sambal ijo satu,” kata Bu Rudy seraya menambahkan sambal kuning cocok untuk dicampur dengan masakan apa pun.

Harga makanan yang ditawrakan di gerai dengan cat berwarna merah itu terbilang cukup terjangkau, mulai dari Rp 4.000 untuk camilan seperti pisang goreng madu dan Rp 25.000 untuk harga sambal kesmasan yang menjadi produk andalan depotnya.

Selama masa pandemi Covid-19, rupanya Depot Bu Rudy tetap buka seperti biasa dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Jumlah pengunjung dibatasi, ada pula sekat plastik di kasir untuk menghindari kemungkinan terpapar saat berbelanja.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait