Jelajah Jalan Raya Pos: Sampai Titik 1000 Kilometer Panarukan

Perjalanan darat Anyer-Panarukan tim Jelajah Jalan Raya Pos berakhir di titik 1000 Kilometer. Ditutup dengan upacara bendera di Panarukan, Situbondo, Jawa Timur.
Image title
17 Agustus 2021, 16:23
Jelajah Jalan Raya Pos: Sampai Titik 1000 Kilometer Panarukan
Katadata

Tidak ada perjalanan tanpa rintangan dalam ekspedisi Jelajah Jalan Raya Pos dari Titik Nol di Anyer, Banten hingga Titik 1000 Kilometer di Panarukan, Situbondo, Jawa Timur. Halang rintang mulai dari ban bocor karena jalan rusak di beberapa daerah di Jalur Daendels ini hingga hilang arah karena terputus komunikasi.

Jalur pos layaknya jalan tol pada masa Hindia Belanda. Dibangun dalam waktu singkat sekitar tiga tahun yang selesai pada 1811, jalur ini menghubungkan bagian barat dengan timur Pulau Jawa, dari Anyer hingga Panarukan. Jalan ini mempersingkat mobilitas barang dan pergerakan manusia pada waktu itu. Juga memuluskan pergerakan militer Belanda.

Setelah dua abad lebih, Katadata menyusuri kembali rute yang pembangunanya menelan banyak korban tersebut. Ini sebuah edisi spesial untuk menyambut hari kemerdekaan Indonesia yang ke-76. Tidak hanya mengangkat nilai historis De Grote Postweg, ekspedis ini juga memotret wajah ekonomi saat ini, seperti destinasi wisata dari Anyer-Panarukan. 

Titik 1000 Km Panarukan

Titik 1000 Km Panarukan (Katadata)

 

Sepuluh hari tim Katadata.co.id melakukan perjalanan ini, singgah dari satu kota ke kota lain, dari satu UMKM ke UMKM lain, menyusri tempat dan bangunan bersejarah. Hari ini, Selasa, (17/8/2021), mencapai tujuan akhir dan ekspedisi ditutup dengan upacara bendera merah putih di Bibir Pantai Uatama Karya, Situbondo, Jawa Timur.

Banyak cerita saat perjalanan. Satu kali pernah terlambat mengirim bahan tulisan untuk editor di Jakarta karena jalan beregelombang. Goyangan kendaraan tak terhindari dan tombol enter pada keyboard tak sengaja tertekan. Sekejap file foto dan artikel tulisan hilang begitu saja.

Melihat Panarukan yang Perlahan Terlupakan
Melihat Panarukan yang Perlahan Terlupakan (Muhammad Zaenuddin|Katadata) 

Jalur Daendels ini berakhir titik 1.000 Kilometer di Panarukan. Ketika itu tidak dibangun hingga Banyuwangi. Pada masa itu, Besuki -sebuah daerah di dekat Panarukan- diyakini memilki potensi hasil kopi, gula dengan nila kualitas ekspor. Selain itu sebagai pendaratan pasukan Inggris di perairan Selat Madura, Jawa Timur.

Siang bolong saat tim mendarat di Stasiun Panarukan terlihat bahwa pembangunan jalan yang sempat membawa perubahan besar di sana, terutama pada pertumbuhan ekonomi, hampir tak terlihat lagi. Masyarakat lebih banyak menanam tembakau daripada tebu. Tak seidkit pula yang memilih untuk membuka warung klontong dan sembako..

Melihat Panarukan yang Perlahan Terlupakan
Melihat Panarukan yang Perlahan Terlupakan (Muhammad Zaenuddin|Katadata)

 

Bangunan-bangunan kuno sisa masa penjajahan juga tak terawat dengan baik. Lumbung Gula yang pernah berjaya pada masanya, sebagai contoh, kini hanya tersisa tembok-tembok yang tak beratap. Begitu pula nasib Stasiun Panarukan. Di sana terdapat meja billiard dan sofa-sofa tak bertuan, seperti pernah ada kehidupan namun terlupakan.

Upacara Tim Jelajah Jalan Raya Pos di Panarukan
Upacara Tim Jelajah Jalan Raya Pos di Panarukan (Muhammad Zaenuddin|Katadata)

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait