Kidjing and the Black Mamba, Band Gamelan Rok dari Yogyakarta

Grup musik ini, Kidjing and the Black Mamba, memadukan alat musik karawitan dengan instrumen musik rok.
Image title
Oleh Tim Redaksi
2 Maret 2022, 07:00
Grup musik ini, Kidjing and the Black Mamba, memadukan alat musik karawitan dengan instrumen musik rok.
Katadata | Ajeng Nindias

Band rok yang lekat dengan unsur kekinian sering kali dibedakan dengan grup musik gamelan yang berwarna lebih tradisional. Keduanya tampak memiliki jalan masing-masing.

Kidjing and the Black Mamba berusaha menyatukan rok dan gamelan dalam musik. Perpaduan antara suara saron, kendang, juga bonang dengan alat musik drum, gitar, serta piano keyboard membuat lagu-lagu yang mereka bawakan terdengar unik.

Kidjing, anggota band Kidjing and the Black Mamba, mengatakan grup musik tersebut berdiri pada 2013. Kelompok ini sebenarnya terbentuk karena teater. Sebelum menjadi band musik, ia kerap memainkan musik untuk mengiringi pementasan teater.

“Kami menyebut band ini gamelan rok. Kami membebaskan gamelan dari tanggung jawab budayanya sebagai alat musik Jawa atau alat musik karawitan. Kami padukan dengan instrumen-instrumen musik rok,” kata Kidjing.

Advertisement

Kidjing and the Black Mamba menggarap lagu-lagu modern bergenre pop dan rok dengan gamelan. Selain cover lagu, grup musik ini membuat karya sendiri. Kidjing mengatakan terdapat 12 orang yang memainkan alat musik jika Kidjing and the Black Mamba pentas.

Band asal Yogyakarta itu telah tampil di banyak acara, salah satunya Festival Cinta yang diadakan Ikigue Nuswantara, komunitas Yoga Gembira, dan Omah Petroek Sabtu (19/02) lalu. Laki-laki kelahiran 1991 tersebut mengatakan Kidjing and the Black Mamba diminta buat mengiringi poundfit, olahraga kardio yang berasal dari Amerika Serikat.

Ia menerima tawaran tersebut sebab Kidjing menilai poundfit maupun band gamelan roknya memiliki semangat serupa. Mereka lalu berkolaborasi dengan guru poundfit (Pound Pro) Lena Kana di sesi “Poundfit dan Gamelan”.

Kidjing Festival Cinta
Kidjing Festival Cinta (Katadata | Ajeng Nindias)

“Awalnya aku agak kaget karena biasanya mengiringi teater dan tari. Tetapi kulihat ada irisan antara gamelan dan poundfit. Gamelan itu spiritnya komunal alias bermain bersama-sama. Ini sama seperti spirit poundfit yang berkumpul bersama untuk mencapai kebugaran,” katanya.

Gamelan, kata Kidjing, diusahakan untuk tak hanya tempelan atau pemanis ketika Kidjing and the Black Mamba tampil. Gamelan maupun alat musik rok sama-sama menjadi sajian utama.

Menurutnya, tidak semua personel band tersebut seniman. Ada yang bekerja di media, guru, serta pengusaha. Di titik ini, ia memandang bermain gamelan merupakan cara mencintai diri sendiri. “Yang seniman itu hanya beberapa, termasuk aku,” ujarnya.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait