Usung Gim Cari Jodoh, Ica Ica Kalahkan 1.125 Chatbot Dunia

Monetisasi chatbot Ica Ica sangat menarik karena menawarkan iklan dan fitur premium. Pemasukan Ica Ica telah melebihi biaya operasionalnya.
Desy Setyowati
Oleh Desy Setyowati
17 November 2018, 16:54
Digital internet
Arief Kamaludin|KATADATA
Mengusung gim pencarian jodoh, robot chatting atau chatbot asal Indonesia Ica Ica memenangkan kontes LINE BOOT 2018 di Jepang, pada 10 November lalu. Ica Ica unggul dibanding 1.125 chatbot asal Jepang, Thailand, Taiwan, dan peserta lain dari Indonesia.

Menurut pengembang Ica Ica Perdy Ferdiansyah (20 tahun), lawannya cukup tangguh. Salah satu peserta bahkan mengembangkan fitur perekam percakapan di LINE. “Percakapan itu bisa dicetak dan dijadikan kenang-kenangan,” kata dia kepada Katadata.co.id saat pengumuman pemenang LINE Creativate 2018 di Senayan City, Jakarta, Jumat (16/11).

(Baca juga: Pacu Bisnis, Pengembang Gim Tingkatkan Kualitas Produk).

Perdy mengusung gim dalam layanan chatbotnya untuk mengikuti kompetisi tersebut. Gim yang tersedia beragam, seperti Cari Jodoh, Family 100, Cari Kata, Tebak Kata, Adu Penalti, Sambung Kata, dan Tebak Lagu. Lewat permainan seperti inilah ia menarik lebih banyak pengguna. Tercatat, 1,2 juta orang menggunakan chatbot Ica Ica.

Gim yang paling diminati adalah Cari Jodoh. Chatbot Ica Ica akan mengkategorikan pengguna sesuai usia. Secara keseluruhan, sekitar 60 ribu pengguna memainkan gim yang disediakan oleh Ica Ica. “Paling ramai kalau akhir pekan,” kata dia.

Secara spesifik, gim Cari Jodoh menghubungkan pengguna lawan jenis yang seusia. Keduanya akan dimasukkan ke dalam satu percakapan khusus secara otomatis, sehingga bisa saling sapa. Namun hanya nama akun saja yang diketahui oleh mereka, bukan nomor telepon pengguna.

Apabila salah satu atau keduanya merasa tidak cocok, bisa keluar dari percakapan tersebut. Perdy mengaku terinspirasi oleh aplikasi Tinder sehingga merilis gim Cari Jodoh ini. Sementara inspirasi gim lainnya, ia peroleh dari acara televisi ataupun kehidupan sehari-hari.

Dia juga rutin berinovasi merilis gim-gim baru, rerata tiga pekan sekali. Selain gim, biasanya Perdy berinovasi dengan menambahkan fitur baru. “Saya menghubungkan pengguna untuk bermain permainan secara random,” kata dia. (Baca pula: Menkominfo: Gamer Mobile Legend Jarang Pakai Karakter Gatotkaca).

Perdy merilis chatbot Ica Ica pada Mei 2017 lalu. Untuk mengoperasikan layanan ini, dia dibantu kedua rekannya yakni Nessa Ramadan (18 tahun) dan Khaerunnisa Fauziah (26 tahun). Perdy merupakan lulusan Sekolah Menengah Atas pada 2016. Kini, ia bekerja di salah satu perusahaan teknologi di Bandung.

Menurut Managing Director LINE Indonesia Dale Kim, keberhasilan Ica-Ica sebagai Grand Prize Winner kompetisi LINE BOOT di Jepang membuktikan kapasitas pengembang lokal di Indonesia dalam skala internasional. Ica Ica pun menjadi juara pertama kompetisi LINE Creativate 2018 di Indonesia.

Menurut Kim, monetisasi chatbot Ica Ica sangat menarik karena menawarkan iklan dan fitur premium di dalamnya. Tak heran bila pemasukan Ica Ica telah melebihi biaya operasionalnya. “Ica Ica memiliki kapasitas untuk bersaing dengan pengembang lain dalam skala internasional,” ujarnya. (Baca pula: Halosis, Chatbot Ramah Kantong untuk UMKM).

Video Pilihan

Artikel Terkait