Verizon Beli Yahoo Tunai Senilai Rp 63,2 Triliun

Meski telah dibeli Verizon, Chief Executive Officer Yahoo, Marissa Mayer tidak akan meninggalkan perusahaannya. "Penting bagi saya untuk melihat masa depan Yahoo."
Maria Yuniar Ardhiati
26 Juli 2016, 17:41
Dolar Amerika Serikat
ARIEF KAMALUDIN | KATADATA

Verizon Communications Inc. membeli aset situs Yahoo! Inc. senilai US$ 4,83 miliar atau sekitar Rp 63,19 triliun. Dalam transaksi tersebut, Verizon akan membayar secara tunai, termasuk untuk real estate milik Yahoo. Namun, sejumlah hak kekayaan intelektual akan dijual tersendiri. 

Reuters melaporkan kesepakatan transaksi tersebut akan menjadikan Yahoo hanya sebagai perusahaan holding, dengan 15 persen kepemilikan pada e-commerce asal Cina, Alibaba Group Holding Ltd. dan 35,5 persen saham di Yahoo Japan Corp.

Semua porsi kepemilikan itu bernilai US$ 40 miliar atau sekitar Rp 526,4 triliun. Sementara itu, Yahoo sebagai perusahaan memiliki nilai pasar US$ 37,4 miliar atau setara Rp 492,1 triliun.

Meski telah dibeli Verizon, Chief Executive Officer Yahoo, Marissa Mayer tidak akan meninggalkan perusahaannya. “Penting bagi saya untuk melihat masa depan Yahoo,” ujarnya seperti dilansir Bloomberg, Selasa, 26 Juli 2016. (Baca: Tinggalkan Twitter, Instagram Tembus 500 Juta Pengguna).

Advertisement

Verizon berencana mengembangkan layanan situs Yahoo yang saat ini sudah berhasil memiliki satu miliar pengguna bulanan. Di dalamnya termasuk email, berita, konten olahraga dan keuangan. Pangsa pasarnya mencapai US$ 187 miliar atau sekitar Rp 2.461 triliun di industri iklan digital, meski masih tertinggal dari Google dan Facebook.

Sebagai perusahaan penyedia jasa nirkabel terbesar di Amerika Serikat, Verizon memiliki aset yang berkembang pesat, termasuk untuk aplikasi mobile serta teknologi iklan melalui video dan perangkat handheld. Yahoo akan diintegrasikan dengan perusahaan media digital AOL, yang sebagian sahamnya dimiliki Verizon. Executive Vice President untuk inovasi produk dan organisasi bisnis baru Verizon, Marni Walden serta CEO AOL Tim Armstrong akan bertemu dengan Mayer pekan ini.

Walden menyebut Mayer akan menjadi kunci keberhasilan dari integrasi tersebut. Meski demikian, Walden mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan posisi baru Mayer kelak. (Baca: Hindari Pajak Rp 120 Triliun, Microsoft Beli LinkedIn dengan Utang)

“Bergabungnya Verizon, AOL, dan Yahoo akan menciptakan kekuatan baru yang kompetitif dalam persaingan di media mobile, untuk perusahaan pengiklan serta penerbitan,” kata Armstrong.

Setelah mengalami penurunan penjualan tahunan terendah dalam sepuluh tahun terakhir ditambah desakan para investor, Mayer pun tidak mempunyai pilihan selain menjual Yahoo pada awal tahun ini. Sekarang, Verizon harus mencari cara untuk mengembalikan kejayaan Yahoo, setelah perusahaan ini sempat melakukan pergantian strategi dan pemangkasan karyawan, hingga keuangannya melemah. (Ekonografik: 4 Raksasa Teknologi Dikejar Pajak).

Setelah Yahoo disiarkan diambilalih Verizon, saham perusahaan asal California, Amerika Serikat itu turun 2,7 persen menjadi US$ 38,33 di New York. Sementara itu, saham Verizon turun kurang dari 1 persen menjadi US$ 55,75.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait