Mengekor Bunga Acuan BI, Bunga Deposito Nasabah Kakap Naik 123 Poin

Kenaikan bunga deposito akan berlanjut. Saat ini, industri perbankan belum sepenuhnya menaikkan suku bunganya mengikuti kenaikan BI.
Rizky Alika
22 November 2018, 19:26
ATM
Arief Kamaludin|KATADATA
ATM

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat industri perbankan telah menaikkan bunga deposito untuk nasabah besarnya alias special rate sebesar 123 basis poin (bps). Langkah tersebut mengikuti kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia, 7 Day Reverse Repo Rate, sejak akhir Mei ini.

Kepala Divisi Finansial Sistem dan Analisis Stabilitas LPS Ahmad Subhan Irani mengatakan laju bunga tadi terpantau di lembaganya sejak Mei sampai sekitar minggu pertama November 2018. “Bila BI sudah menaikkan suku bunga 150 bps, bank secara industri sudah menaikan 123 bps,” kata Subhan pada Seminar Nasional The Consumer Banking Forum di Jakarta, Kamis (22/11).

Dia memprediksi kenaikan suku bunga tersebut akan berlanjut. Sebab, industri perbankan belum sepenuhnya menaikkan suku bunganya mengikuti kenaikan bunga acuan BI. (Baca: Era Bunga Tinggi Dimulai, BI Potong Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2019)

Apalagi, BI kemungkinan menaikkan bunga acuannya lagi lantaran ada potensi membesarnya bunga acuan bank sentral Amerika Serikat, Fed Fund Rate. Ketika memutuskan kenaikan bunga acuan, BI menyatakan untuk menjaga selisih antara rate dalam negeri dan Amerika agar instrumen pemerintah tetap menarik bagi investor.

Advertisement

Berdasarkan data LPS, special rate bank umum kegiatan usaha (BUKU) IV sebesar 6,96 persen dan BUKU III mencapai 7,17 persen, BUKU II 6,91 persen, dan BUKU I 6,9 persen. Sementara rata-rata bunga deposito di industri sebesar 7,02 persen. (Baca pula: BI Kerek Bunga Acuan Jadi 6% Buat Amankan Defisit Transaksi Berjalan).

Di sisi lain, suku bunga acuan BI telah naik 175 bps sepanjang tahun ini. Kenaikan tersebut untuk menjaga posisi bunga acuan maupun untuk menekan pelebaran defisit transaksi berjalan alias current account deficit yang cukup tinggi.

“Keputusan tersebut sebagai langkah lanjutan BI memperkuat upaya menurunkan defisit transaksi berjalan ke batas aman,” kata Gubernur BI Perry Warjio, Kamis (15/11). “Kenaikan bunga acuan juga untuk meningkatkan daya tarik aset keuangan domestik dengan mengantisipasi suku bunga global beberapa bulan ke depan.”

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait