Pendapatan Operasional Topang Laba Bersih Bank Mandiri Rp 3,8 Triliun

Miftah Ardhian
16 Mei 2016, 10:50
Dirut Bank Mandiri Kartika Wirdjoatmodjo
ARIEF KAMALUDIN | KATADATA

Kinerja keuangan Bank Mandiri pada tiga bulan pertama 2016 cukup menggembirakan. Pertumbuhan laba operasional naik Rp 9,7 triliun. Angka ini tumbuh 15,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp 8,3 triliun. Perolehan ini membuat laba bersihnya mencapai Rp 3,8 triliun.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan laba operasional tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan operasi yang meningkat Rp 2,4 triliun atau tumbuh 16,3 persen menjadi Rp 17,2 triliun. Secara lebih rinci, pertumbuhan tersebut bersumber dari kenaikan pendapatan bunga bersih dan premi bersih sebesar 19,1 persen menjadi Rp 13 triliun dan peningkatan fee based income delapan persen menjadi Rp 4,2 triliun.

Selain itu, Bank Mandiri juga melakukan upaya antisipasi untuk memastikan perseroan tetap tumbuh sehat dan berkelanjutan. Misalnya, dengan membentuk unit special asset management untuk menyelesaikan kredit bermasalah dengan lebih fokus, cepat, dan tuntas. Lalu, sistem peringatan dini dan portfolio selection dipertajam untuk setiap segmen dan sub-segmen yang spesifik. (Baca juga: Di Usia 43 Tahun, Kartika Jadi Bos Baru Bank Mandiri).

Terakhir, Bank Mandiri juga melakukan penataan ulang dan pemantauan yang lebih disiplin terhadap pengelolaan portofolio kredit perseroan, baik secara sektoral, segmen, maupun geografi. Untuk memperkuat struktur aset produktif yang lebih solid dibentuk pencadangan. “Bank Mandiri secara konsisten dapat memperkuat pondasi struktur keuangannya agar tumbuh berkelanjutan untuk menghadapi berbagai tantangan,” ujar Kartika dalam keterangan resminya, Senin, 16 Mei 2016.

Menurut Kartika, kepercayaan masyarakat kepada pihaknya terus meningkat. Hal ini dibuktikan dengan naiknya Dana Pihak Ketiga (DPK) menjadi Rp 655,1 triliun pada akhir Maret 2016 dari Rp 628,7 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penghimpunan DPK bersumber dari total dana murah (giro dan tabungan) sebesar Rp 406,5 triliun.

Sebagai upaya untuk terus meningkatkan pengumpulan dana masyarakat, Bank Mandiri akan mengembangkan jaringan kantor cabang, jaringan elektronik, dan sebagainya. Hingga Maret 2016, Bank Mandiri menambah 143 kantor cabang menjadi 2.460 unit, 248 uit jaringan mikro menjadi 2.079 unit mikro, dan memasang 2.008 unit ATM menjadi 17.452 unit. (Lihat pula: Pemerintah dan Bank Berebut Dana Masyarakat Picu Likuiditas Ketat).

Sementara itu, dari sisi penyaluran kredit, Bank Mandiri memberikan pinjaman ke sektor UMKM yang mencapai Rp 74,6 triliun, lebih tinggi dibanding periode sebelumnya yang hanya Rp 72,4 triliun. Untuk kredit mikro, pertumbuhannya mencapai 59,1 persen menjadi Rp 14,2 triliun dibandingkan triwulan pertama 2015 yang sebesar Rp 8,9 triliun. Pencairan kredit sampai saat ini mencapai Rp 574,7 miliar, sebanyak 85,7 persen merupakan kredit produktif, di antaranya untuk sektor infrastruktur dan UMKM.

Secara lebih rinci, Bank Mandiri telah menyalurkan kredit ke sektor infrastruktur Rp 46,42 triliun. Jumlah ini lebih tinggi dibanding periode sebelumnya yaitu Rp 45 triliun, walaupun kondisi ekonomi nasional maupun regional belum kondusif. Sementara itu, dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), total penyalurannya hingga triwulan satu 2016 mencapai limit Rp 3,7 triliun atau 28 persen dari target Rp 13 triliun. (Baca juga: Dana Cina, Grup Sinar Mas Peminjam Terbesar Tiga Bank Pemerintah).

Sebagai informasi, hingga akhir 2015, jumlah nasabah KUR Bank Mandiri lebih dari 466 ribu nasabah senilai Rp 21,7 triliun. Sedangkan untuk penyaluran KUR tahun lalu Rp 3,5 triliun dan dikucurkan kepada 70.318 debitur. “Pencapaian ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mengakselerasi perekonomian nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Kartika.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait