Dorong Bunga Rendah, Pemerintah Minta Perbankan Efisien

Pemerintah berharap bunga rendah dapat menaikkan daya saing bank lokal di tingkat ASEAN.
Muchamad Nafi
19 Februari 2016, 17:11
Bank BNI
KATADATA
Bank BNI

KATADATA - Keputusan Bank Indonesia, kemarin, memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi tujuh persen disambut positif oleh pemerintah. Langkah bank sentral itu membuka lebar kemungkinan surutnya bunga tinggi perbankan.

Sebagai tindak lanjutnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Sofyan Djalil mengatakan akan merealisasikan tingkat bunga rendah dengan mendorong efisiensi perbankan. Pemerintah mentargetkan segera terwujud bunga satu digit agar perbankan Indonesia dapat bersaing dengan bank-bank  negara ASEAN yang berbunga kecil.

“Apalagi biaya riil kita sangat mahal,” kata Sofyan di kantornya, Jakarta, Jumat, 19 Februari 2016. (Baca: BCA Kalahkan Bank Terbesar Asia Tenggara).

Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan pemerintah akan membahas rencana penurunan bunga deposito pada rekening Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Tak hanya deposito BUMN, bunga deposito milik Kementerian dan Lembaga (K/L) yang disimpan di perbankan pun diatur lebih lanjut. “Kami juga akan melihat ke perbankan BUMN,” ujar Mardiasmo.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan Otoritas Jasa Keuangan juga sedang mempersiapkan aturan penggunaan dana dan efisiensi di seluruh perbankan. Di sisi lain Bank Indonesia akan mendukung dengan memberi tingkat suku bunga yang rendah. Tujuannya, agar arah ekonomi Indonesia lebih baik. (Baca: Pemerintah Tetapkan Bunga Deposito BUMN Mengacu Inflasi).

Darmin juga telah menegur BUMN dan K/L yang terlalu sering meminta bunga deposito terlalu tinggi sehingga perbankan enggan menurunkan tingkat bunganya. Karena itu, bunga deposito bagi BUMN dan K/L rencananya akan ditetapkan hanya sedikit di atas angka inflasi.

Agar rencana ini berjalan lancar, pemerintah akan membentuk tim khusus yang terdiri dari Bank Indonesia, BUMN, dan Kementerian Koordinator Perekonomian yang mengurusi tingkat bunga deposito BUMN dan K/L. Penurunan bunga deposito akan berlangsung secara bertahap. “Kami juga ingin mendorong lending rate untuk korporasi (swasta) paling tidak single digit,” kata Darmin.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait