Pemerintah Incar 100 Investor Cina

?Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di sektor kawasan pariwisata, kawasan industri, industri pengolahan nikel dan pembangkit listrik.?
Muchamad Nafi
26 November 2015, 12:31
Investasi
Donang Wahyu|KATADATA
Pembangunan gedung perkantoran di kawasan bisnis Jakarta.

KATADATA - Upaya menarik investasi asing terus digenjot pemerintah. Misalnya, besok, Badan Koordinasi Penanaman Modal menggelar Indonesia-China Business Forum di Shanghai, Cina. Dalam ajang tersebut, BKPM menargetkan 100 calon investor dapat hadir. Para pengusaha negeri Panda tersebut akan disuguhi informasi mengenai potensi investasi di Indonesia.

Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan, selain memberikan paparan bisnis, dia juga akan melakukan one on one meeting dengan beberapa perusahaan yang berminat menanamkan modal di Indonesia. “Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di sektor kawasan pariwisata, kawasan industri, industri pengolahan nikel dan pembangkit listrik,” kata Franky dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis, 26 November 2015.

Rencananya, Indonesia-China Business Forum dibuka oleh Konsulat Jenderal RI Shanghai Kenssy Dwi Ekaningsih. Di acara tersebut juga akan hadir Presiden Direktur UOB Indonesia, Direktur Permesinan dan Alat Mesin Pertanian, dan Kepala BKPM Provinsi Banten.

Menurut Franky, Cina merupakan satu di antara negara prioritas yang diharapkan dapat merealisasikan investasinya di Indonesia. Data BKPM memperlihatkan, dalam tiga triwulan pertama tahun ini, peningkatan komitmen investasi dari Cina mencapai 46 persen senilai US$ 13,9 miliar. Semua komitmen tersebut sudah memperoleh izin prinsip di Indonesia. (Baca juga: Perusahaan Konstruksi Cina Siap Berinvestasi Rp 14 Triliun).

Advertisement

Dengan melihat pertumbuhan tersebut, potensi kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Cina terbuka lebar. Karena itu, banyak hal yang bisa dikerjakan bersama sebagai pemerintah maupun sebagai pelaku bisnis untuk memajukan kesejahteraan kedua negara. Apalagi, “Dalam satu tahun terakhir, saya mencatat setidaknya sudah empat kali pemimpin kedua negara bertemu, termasuk pertemuan di Tiongkok dan di Indonesia,” ujar Franky.

Walau memiliki pertumbuhan yang menggembirakan, kerja sama investasi Cina-Indonesia masih jauh dari total potensi yang dimiliki kedua negara. Untuk itulah pemerintah mendorong pertumbuhan realisasi investasi lebih tinggi dan mengundang lebih banyak lagi perusahaan Cina di sektor-sektor strategis untuk masuk ke Indonesia. (Baca: BKPM: Indonesia Mendominasi Arus Investasi Asing di ASEAN).

Pada pertengaham tahun ini, Cina sempat menyatakan akan menanamkan modal di sektor infrastruktur senilai US$ 100 miliar atau sekitar Rp 1.350 triliun. Komitmen ini untuk proyek pembangunan jalan, pembangkit listrik, hingga kereta cepat. Dana tersebut, misalnya, dialokasikan untuk proyek kereta api cepat Jakarta - Bandung senilai US$ 5,5 miliar, Pembangkit Listrik Tenaga Air dengan total daya 1.000 megawatt, dan pembangunan jalan. Ada juga perusahaan swasta negeri tersebut yang siap berinvestasi US$ 20 miliar untuk membangun pabrik baja di Kalimantan.

Di negara kawasan Asia Tenggara atau ASEAN, Cina memang masih menjadi negara asal investasi terbesar. Selama semester satu tahun ini, porsinya 17 persen. Di bawahnya berturut-turut yaitu Jepang sebesar 15 persen, Thailand 12 persen, Korea Selatan 12 persen, dan Singapura 10 persen. Adapun Amerika Serikat 9 persen, Malaysia 3 persen, Jerman 3 persen, Taiwan dan Swiss masing-masing 2 persen.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait